Imperva Scrubbing Center ke-44 Ada di Indonesia

Serangan DDoS bisa mengakibatkan gangguan sistem, pencurian data, bahkan sistem tidak bisa dipakai atau melambat

Dengan adanya Scrubbing Center di Indonesia, diharapkan serangan DDoS dapat diidentifikasi dan dimitigasi lebih cepat, tanpa harus dikirim ke luar negeri dulu. Dan  BPT menjadi garda depan distribusi solusi Imperva kepada pelanggan dengan kehadiran Imperva Scrubbing Center di Indonesia.

Imperva Inc., perusahaan cybersecurity pelindung data business critical organisasi menghadirkan DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Hadirnya Scrubbing Center ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan total perlindungan dari meningkatnya ancaman DDoS khususnya bagi pelaku bisnis di sektor perbankan, finansial, e-commerce, dan pemerintah.

Chris Wood, Wakil Presiden Regional APJ Imperva, mengatakan saat peluncuran ini di JW Marriot Hotel Jakarta, bahwa teknik serangan DDoS kini terus berkembang dan semakin canggih. Tapi di Imperva, memiliki teknologi yang lebih canggih dengan menyediakan ruang dan kapasitas besar untuk menangani serangan yang lebih hebat yang pasti akan terjadi. Pendekatan uniknya melalui Point of Presece yang strategis, salah satunya dengan membangun Scrubbing Center di Jakarta.

“Komitmen Imperva membangun di Indonesia sejalan dengan Peraturan Pemerintah Indonesia No. 82 tahun 2012 yang salah satunya pasalnya mewajibkan para penyelenggara sistem elektronik untuk menempatkan pusat datanya di Indonesia," ujarnya.

Ini merupakan Scrubbing Center ke-44 yang dimiliki Imperva di dunia. Kehadiran Imperva Scrubbing Center di Indonesia membantu Blue Power Technology (BPT), anak perusahaan CTI, dalam mengimplementasikan solusi Imperva untuk para pelanggan di Indonesia.

Hadirnya Imperva Scrubbing Center di Indonesia juga membuat kerja lebih mudah dan cepat dalam mem-filter trafik DDoS dan hanya mengirim trafik yang bersih ke web server pelanggan. Dengan adanya Srubbing Center di dalam negeri ini pelanggan tidak perlu mempunyai bandwidth internet yang besar dan juga tidak tergantung dengan ISP yang digunakan.

Saat ini pelaku bisnis dihadapkan pada tantangan untuk mengatasi ancaman kejahatan siber yang semakin meningkat, salah satunya serangan DDos yang sangat kuat dan bahkan mencapai kecepatan tertinggi 1.7 Tbs pada awal tahun lalu. Selain itu serangan DDoS bisa menyebabkan kerugian sebesar $40 ribu per jamnya jika terjadi. Indonesia pun tak luput dari target serangan DDoS.

"Kami bangga menjadi garda depan implementasi solusi Imperva di Indonesia sekaligus mengelola services Scrubbing Center mereka,” kata Erwin Urip, Direktur BPT.

Eriwin menambahkan, Imperva dengan pengalaman dan pengakuan dari Forrester dan Gartner sebagai solusi mitigasi serangan DDos yang memiliki solusi web security terbaik yang ada di dunia dan kemampuannya untuk memitigasi serangan DDoS dalam 10 detik tidak perlu diragukan lagi.

Layanan Perlindungan DDoS Imperva memberikan pendekatan dari berbagai sisi untuk pertahanan dari DDoS, serta memberikan perlindungan menyeluruh dari semua jenis serangan DDoS, sehingga melindungi aset online yang bersifat kritis dari ancaman ini. Layanan perlindungan Imperva untuk DDoS ini didukung oleh tim keamanan 24x7, dengan waktu aktif 99,999% dan mitigasi SLA 10 detik, bersama dengan jaringan pusat data global yang kuat dengan lebih dari 6 Tbps (Terabits per detik) dari kapasitas scrubbing berdasarkan permintaan, mampu memproses 65 miliar paket serangan per detik.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id


Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)