Indah Golden Signature Kembangkan Emas Batangan

Investasi di emas, perhiasan ataupun batangan, sangat menguntungkan karena harganya yang cenderung naik. PT Indah Golden Signature (IGS) melirik peluang ini dengan menggarap emas perhiasan dan batangan. “Saat ini, kami sedang fokus untuk menstabilkan emas batangan dan kami beri merek sendiri. Tahun lalu, kami memang lebih banyak emas perhiasan ketimbang batangan,” kata Benny Muliawan, Direktur IGS.

Menurut dia, perseroan tengah memisahkan unsur lain untuk mengambil emas murni. Saat ini, emas di Indonesia belum murni. Sejauh ini, produk emas batangan IGS telah didaftarkan di 9 negara termasuk Indonesia. “Kami sedang mendaftarkan diri untuk masuk sertifikasi internasional untuk kualitas emas. Tahun ini, kami menargetkan emas kami sudah bisa tersertifikasi. Keunggulan kami adalah lebih murah dari kompetitor,” katanya.

benny-muliawan-indah-golden

Dia menjelaskan, perseroan mengekspor emas batangan tanpa merek hingga 2013 lalu. Padahal,merek pada emas batangan akan sangat menguntungkan. Mereka menjalin kerjasama dengan broker di Singapura dan Hong Kong sejak 2009.

“Tahun 2014, kami mulai mengirim perhiasan ke Swiss dengan merek IGS. Tahun ini, kami akan mencoba hal yang sama dengan emas batangan. Mudah-mudahan lancar. Kami selalu konsisten dengan kadar yang kami miliki yakni 999,9,” kata dia.

Sebelum bisa melakukan stabilisasi, lanjut dia, penempelan merek di emas batangan akan sangat berbahaya. Jika kadarnya berbeda dari yang dijanjikan, nama besar perusahaan yang akan hancur. Mutu emas harus dijaga.

“Tahun ini, kami fokus ke peningkatan kualitas produk. Kami juga tengah mengurus sertifikasi internasional di Swiss. Kalau sudah keluar, kami punya dua. Sertifikasi merek dan juga produk yang fungsinya untuk mengurus sertifikasi IBMA, yang menjamin kualitas emasnya 999,9,” katanya.

Benny menambahkan, perseroan mulai gencar melakukan branding sejak 2013 sebelum memasuki pasar Singapura lewat broker. Saat ini, pasar IGS sudah mencapai Taiwan, Afrika Selatan, Australia, dan Swiss. Selanjutnya mereka membidik United Kingdom dan juga Turki.

“Proses pembuatan stabil itu dimulai dua tahun lalu. Sekarang, baru terlihat hasilnya. Itu kenapa kami berani pasang brand dan sertifikasi berupa kartu. Sertifikasi mutu dan WIPO untuk internasional. Mudah sebenarnya kalau ikut dari negara yang sudah granted seperti Singapura,” kata dia.

Saat ini, IGS dengan karyawan sekitar 50 orang sudah bisa memproduksi 300-400 kilogram emas. Nilai ekspor saat ini mencapai US$ 1,5 miliar diperkirakan naik menjadi lebih dari US$ 2 miliar pada akhir 2016.

“Saat ada amnesti pajak, sektor riil yakni properti dan emas batangan akan terangkat. Ke depannya, emas akan booming. Saat ini, harga emas sudah stabil,” kata dia.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)