Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia Meningkat

Optimisme konsumen online Indonesia terus meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya temuan Nielsen mengenai Indeks Kepercayaan Konsumen. Dari temuan tersebut, angka kepercayaan mendingkat dari 117 poin pada kuartal pertama tahun ini menjadi 119 untuk kuartal kedua. Ada dua indikator meningkatnya keyakinan konsumen yakni prospek lapangan kerja dan keinginan belanja.

konsumen

Prospek Lapangan Pekerjaan naik tiga poin dibandingkan dengan kuartal lalu. Konsumen menyatakan yakin bahwa prospek lapangan kerja dalam 12 bulan ke depan akan baik atau sangat baik. Demikian pula dengan keinginan berbelanja yang meningkat dua persen dari kuartal lalu menjadi dengan skor 54%. Meski demikian. Sangat disayangkan indikator kondisi keuangan pribadi turun 1%. Penurunan ini masih ada dalam angka yang stabil dengan angka 81%.

Persepsi konsumen online Indonesia mengenai keadaan resesi ekonomi juga terus membaik sejak akhir tahun lalu. Persentase konsumen yang setuju bahwa negara sedang berada dalam resesi ekonomi turun dari 69 persen di kuartal keempat 2015 menjadi 58 persen di kuartal pertama tahun ini, dan pada kuartal kedua tahun ini angkanya menurun lagi menjadi 51 persen.

Meningkatnya kepercayaan diri konsumen Indonesia dinilai baik oleh Agus Nurudin, Managing Director Nielsen Indonesia. Ia menambahkan, pelaku industri harus jeli memanfaatkan momen ini. Terutama ketika melihat perkembangan dalam tiga kuartal terakhir yang menunjukkan hasil positif.

"Para pemilik merek, produsen dan peritel harus jeli menangkap peluang untuk meraih konsumen dengan menawarkan keuntungan bagi konsumen yang didasari oleh pemahaman menyeluruh atas apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen," ujar Agus

Selama ini, kondisi ekonomi, kriminalitas, dan keseimbangan antara hidup dan pekerjaan menjadi urutan tiga teratas kekhawatiran utama konsumen Indonesia pada kuartal ini. Namun saat ini persentase konsumen yang sangat khawatir akan keadaan ekonomi sedikit menurun untuk kuartal pertama. Meski demikian, kekhawatiran akan Kriminalitas justru meningkat. Sementara itu kekhawatiran mengenai Keseimbangan antara Hidup dan Pekerjaan serta Kesehatan turun menjadi 15% pada kuartal ini dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Dalam hal penggunaan dana cadangan setelah pemenuhan kebutuhan pokok untuk berhemat, pada kuartal ini 70 persen konsumen menyatakan menggunakannya untuk menabung, 43 persen menggunakannya untuk berlibur dan 32 persen menggunakannya untuk berinvestasi di saham atau reksadana. Di sisi lain, dalam hal penghematan biaya rumah tangga tren kuartal kedua tahun ini serupa dengan kuartal sebelumnya, dengan 47 konsumen menyatakan memotong biaya hiburan di luar rumah, 46 persen menunda membeli teknologi baru dan 45 persen mengurangi belanja baju baru. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)