Indo Intertex-Inatex-Indotextprint 2017 Dibuka di JIExpo

Bagi pelaku industri tekstil dan garmen, perhelatan Indo Intertex-Inatex-Indotextprint 2017 yang berskala internasional, sudah lama ditunggu. Pameran tahunan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat tersebut, hari ini (19/4/2017) resmi dibuka oleh Mudhori, Direktur Industri Tekstil Kulit Alas Kaki dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI.

“Kehadiran pameran Indo Intertex-Inatex-Indotextprint 2017 diharapkan semakin berperan untuk mendorong kemajuan kegiatan industri tekstil dan produk tekstil (ITPT). Khususnya, untuk penguasaan pasar domestik dan meningkatkan daya saing serta ekspor baik ke negara-neagar ASEAN serta memanfaatkan pangsa pasar negara Amerika, Afrika, serta Eropa,” ujar Mudhori.

Pameran ke-15 ini mengusung tema “Productivity for Sustainability” atau “Produktivitas untuk Mampu Berkelanjutan”. Tidak tanggung-tanggung ada 450 peserta pameran dari 24 negara. Meski tidak mematok target nilai transaksi, tapi selama pameran diharapkan dapat menjaring 9.000 – 10.000 pengunjung dari kalangan pengusaha dan profesional di dalam negeri maupun mancanegara.

Pameran Indo Intertex-Inatex dan Indotexprint merupakan pameran industri tekstil dan produk tekstil (ITPT) terintegrasi paling lengkap dan besar di Indonesia. Acara pameran akan berlangsung tiga hari dari 19 – 21 April 2017 di arena seluas 17.000 meter persegi.

Sejumlah perusahaan yang akan berpartisipasi dalam pameran ini antara lain: Juki, Brothers dan Fongs yang telah memiliki pengalaman selama 50 tahun di ITPT yang akan menunjukkan teknologi dan konsep ‘one stop shoping’ melalui mesin mesin baru andalan mereka. Mulai dari mesin pembentuk serat, benang, kain, produk siap pakai, siap fashion, pencucian, pewarnaan, serta daur ulang atau penggunaan kembali air limbah produksi.

Perlu juga dikenali produk-produk nonwoven sebagai alternatif usaha baru. Bagi buyers dan sellers dapat juga memaksimalkan kesempatan dalam menjalin networking dengan menggunakan aplikasi Bizmatch selama pameran.

Peraga Expo selaku penyelenggara juga menyajikan sejumlah seminar, antara lain bertema “The Latest Spinning Technology” dan “Dynamic Nonwoven Technology and Opportunities for Indonesia pada hari ke-2 dan ke-3. Topik seminar antara lain tentang perkembangan industri yang bekerja sama dengan Asosiasi Nonwoven Indonesia (INWA) nonwoven dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

Selama tiga hari pameran Indo Intertex-Inatex dan Indotexprint 2017, pengunjung tidak dikenakan biaya, baik untuk melihat pameran maupun menjadi peserta.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Kolaborasi Bisnis Anne Avantie – Dapur Cokelat

Kecintaannya pada Tanah Air mendorong desainer ternama Anne Avantie dan Ermey Triniarty, pendiri Dapur Cokelat berkolaborasi menciptakan karya melalui coklat....

Close