Indonesia Eximbank Targetkan Penyaluran Pembiayaan Rp105 Triliun

(tengah) Sinthya Roesly, Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank

Selama ini pembiayaan usaha, baik UKM atau korporasi identik dengan bank atau multifinance. Padahal, ada lembaga khusus yang dibentuk oleh pemerintah untuk menangani pembiayaan, khususnya usaha berorientasi ekspor, yaitu Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Bidang yang ditangani LPEI meliputi empat hal, yaitu pembiayaan (pasal 5 UU No.2 LPEI); penjaminan (pasal 7 UU No.2 LPEI); asuransi (pasal 8 UU No.2 LPEI) dan jasa konsultasi (pasal 13 UU No.2 LPEI).

Sementara itu pembiayaan LPEI ada 6, yaitu kredit modal kerja, kredit investasi, buyers credit, overseas project finance, trade finance, dan supply chain financing.

Untuk penjaminan, bagi eksportir, importir di luar negeri, bank dan proyek. Lalu asuransi yang ditawarkan adalah risiko gagal ekspor, gagal bayar, gagal investasi di luar negeri dan risiko politik. Sedangkan jasa konsultasi ditujukan kepada eksportir dan perbankan/lembaga keuangan.

Ya, LPEI bukan lembaga pembiayaan biasa. Indonesia Eximbank dibentuk berdasarkan UU RI No.2 Tahun 2009 dengan modal awal Rp4 triliun. Namun, siapa sangka dalam perkembangannya sekitar 8 tahun, lembaga ini sekarag memiliki aset lebih dari Rp100 triliun.

“Hingga akhir tahun 2017, kami targetkan aset kami Rp105 triliun,” ujar Sinthya Roesly, Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank. Dan, tahun 2018, lembaga ini siap mencapai kenaikan pertumbuhan aset setidaknya 10 persen.

Menurut Sinthya, sejauh ini pembiyaan yang sudah dikucurkan Indonesia Eximbank lebih dari Rp90 triliun. Tahun 2016 pembiayaan LPEI bisa bertumbuh 18,3 persen (yoy) dan total aset tumbuh 18,5 persen. Tahun depan, diharapkan pembiayaan tembus Rp100 triliun.

Sinthya optimistis target pertumbuhan tersebut bisa dicapai karena pertumbuhan ekonomi dunia dan Indonesia diperkirakan membaik yang indikatornya sudah terlihat di tahun ini. Faktor pendukung lain adalah tren kenaikan harga komoditas dunia dan diperkirakan bisa rebound.

Total pembiayaan UKM Ekspor (UKME) hingga Juni 2017 sebesar Rp11,12 triliun atau 11,5% dari total pembiayaan. Pencapaian ini mencerminkan keberpihakan Indonesia Eximbank terhadap usaha kecil menengah ekspor

Selain itu, lanjut Sinthya, Indonesia Eximbank juga akan terus meningkatkan fasilitas penjaminan dan asuransi kepada eksportir untuk memberikan proteksi dan rasa aman kepada pelaku usaha berorientasi ekspor dalam menghadapi berbagai risiko. Risikonya mulai dari risiko kenaikan suku bunga, lonjakan kurs US$ terhadap Rupiah, risiko bisnis dan lainnya.

Sementara itu, terkait pelaksanaan mandat, beberapa capaian Indonesia Eximbank adalah penyaluran PEN kepada debitur dengan negara tujuan ekspor pasar non tradisional, penyaluran PEN pada komoditi potensial dan jasa terkait ekspor, serta penyaluran PEN pada industri bernilai tambah.

Menariknya, selain melalui pembiayaan, penjaminan dan asuransi, dukungan Indonesia Eximbank kepada UKM juga diwujudkan melalui jasa konsultasi. Salah satu bentuk jasa konsultasi yaitu melalui Coaching Program for New Exporter (CPNE).

Apa sih CPNE? Ini merupakan program berkelanjutan yang ditujukan bagi rintisan eksportir baru dengan cara melatih dan mempersiapkan pelaku UKM untuk menjadi eksportir baru melalui sosialisasi, pelatihan, pameran, bimbingan dan kegiatan lainnya kepada cluster (komunitas pelaku usaha), dan non cluster (individu UKM). Saat ini, sudah ada 300 peserta jasa konsultasi CPNE.

“Singkatnya, kami di Indonesia Eximbank siap memberikan bantuan pelatihan kepada UKM dalam hal produksi, pengelolaan keuangan dan pemasaran,” jelas Arif Setiawan, Direktur Pelaksana Indonesia Eximbank, menambahkan. “Indonesia EximBank akan membiayai usaha yang tidak mungkin dibiayai oleh bank,” ujar Arif.

Sekadar informasi, hingga Juni 2017, Indonesia Eximbank telah membidan kelahiran tiga pelaku UKME baru yang berhasil melakukan ekspor perdana untuk produk furniture.

Ke depan, Indonesia Eximbank berusaha mendorong peningkatan ekspor nasional yang memiliki daya saing dan nilai tambah produk serta pengembangan ekspor jangka panjang melalui kelahiran UKME-UKME handal yang membanggakan.
Manajemen Indonesia Eximbank berharap agar ekspor Indonesia dapat terus ditingkatkan karena saat ini ekspor dianggap sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional.

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)