Indonesia & India Luncurkan Alat Uji Kesiapan Dunia Usaha Pascapandemi

Orbit Future Academy berkolaborasi dengan Cultus telah menciptakan CORE (COVID Readiness), alat
pengujian kesiapan pelaku usaha terhadap COVID-19 yang pertama di dunia. CORE menggunakan peralatan algoritma yang kuat yang memungkinkan seorang individu menguji dampak Covid-19 terhadap aktivitas bisnis mereka.

CORE menganalisa 28 faktor yang memengaruhi para pelaku usaha saat ini, bersamaan dengan jawaban yang diberikan pengguna secara online untuk memformulasi nilai dampak terkuantifikasi, antara 0 dan 99. Nilai rendah mengindikasikan kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi perusahaan di masa mendatang, sementara nilai tinggi tidak hanya menandakan bahwa perusahaan sehat, tapi juga mengindikasikan adanya potensi peluang untuk tumbuh.

Perusahaan gabungan India-Indonesia ini mendukung para pelaku usaha lewat basis analitikal untuk menguji dan memformulasi rencana bisnis dan startegi jangka panjang untuk era post Covid. Selain itu, alat ini menghasilkan laporan hanya dalam 4 jam setelah pengguna mengumpulkan jawaban mereka dan harganya juga sangat rasional sebesar Rp138.763 (US$9.45). Waktu yang dibutuhkan bagi seorang pengguna untuk mengoperasikan alat ini tidak lebih dari 30 menit. Laporan yang dihasilkan disertai dengan penjelasan yang diberikan oleh pemimpin industri dan disertai berbagai kemungkinan skenario bagi aktivitas bisnis sehingga membantu pelaku usaha menghadapi berbagai potensi tantangan.

Dr. -Ing. Ilham A Habibie, yang menganalisa dampak sosial-politik Covid-19 mengatakan, dengan adanya ketidakpastian ekonomi yang melanda bisnis di seluruh dunia termasuk Indonesia, wirausaha dan pemilik bisnis memerlukan alat baru untuk menavigasi jalan mereka dari pandemi Covid-19. Teknologi dapat menjadi pemacu bagi bisnis untuk bertahan dari penurunan saat ini dan mempersiapkan diri untuk pasca-Covid-19.

Nalin Kumar Singh yang merupakan project leader juga menjelaskan, alat ini memberikan pemilik usaha pemahaman terhadap tingkat kesulitan yang dihasilkan COVID-19 terhadap bisnis mereka, baik itu positif maupun negatif. Juga, memberikan pemilik bisnis baseline untuk menjadi yang pertama dalam merencanakan dunia post COVID.” Tool online ini tersedia di berbagai platform termasuk di website.

Technical Architect Sunil Girdhar menambahkan, dari sisi tantangan yang dihadapi dalam membangun alat pengujian. “Ini tidak hanya soal pemberian nilai. Ada banyak faktor yang memengaruhi aktivitas usaha baik secara individual maupun kombinasi lokasi kegiatan usaha, lokasi customer, posisi uang tunai, jenis industri, disrupsi rantai pasok dan sebagainya. Alat ini muncul sebagai kuesioner 30 menit di front-end tapi kompleksitas algoritmanya sangat besar.

Sachin V Gopalan, yang membantu membangun rencana jangkauan strategis menyatakan bahwa pihaknya akan menggunakan alat ini untuk menguji tidak hanya lebih dari 10.000 perusahaan dan startup existing partner di ekosistemnya, tapi juga 3.500 startup post-Covid baru yang mana pihaknya diminta untuk menginkubasi, melatih dan mementor mereka dalam 3 tahun ke depan.

CORE pada mulanya lahir sebagai alat uji cepat, namun nantinya akan menggunakan elaborasi algoritma AI untuk memberikan saran dan rekomendasi tentang arah dan pendekatan baru berdasarkan data yang berkembang dari wisdom dan aksi bersama antara perusahaan, pelaku usaha dan pelaku inovasi yang merespons dengan beragam cara terhadap dampak bisnis Covid-19.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)