Indonesia Licencing Expo Targetkan 50 Ribu Pengunjung di 3 Kota

Indonesia Licencing Expo Targetkan 50 Ribu Pengunjung di 3 Kota

Indonesia Licencing Expo
The 3rd Indonesia Licencing Expo (ILE) akan digelar di tiga kota yakni Jakarta, Surabaya, dan Bali. (Vina/SWA)

Data Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melaporkan, bisnis lisensi dan waralaba Indonesia mampu menyerap lebih dari 600 ribu tenaga kerja dari 93 ribu gerai industri yang dibuka, di mana total omzet-nya mencapai Rp54,4 miliar.

Dirjen Kementerian Perdagangan Agus Purwanto mengatakan, jumlah bisnis lisensi juga dilaporkan terus meningkat seiring dengan bertambahnya pelaku usaha baru yang berasal dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

"Bisnis lisensi yang khusus waralaba atau franchise di Indonesia tumbuh 5% dengan omzet mencapai Rp31,1 triliun pada 2021. Adapun bidang usaha waralaba didominasi jasa makanan dan minuman yang mencapai lebih dari 44,09%," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (05/04/2023).

Melihat besarnya potensi tersebut, Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) kembali menggelar Indonesia Licencing Expo (ILE) untuk ketiga kalinya. Bekerja sama dengan IMEI Krista Exhibitions, pameran ini akan diadakan di tiga kota besar Indonesia yakni Jakarta, Surabaya, dan Bali.

Di Surabaya akan digelar pada 15-18 Juni 2023 di Grand City Surabaya. Selanjutnya pameran akan digelar di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) pada 07-09 September 2023, dan puncak terbesarnya akan diadakan di JIExpo Kemayoran Jakarta pada 11-14 Oktober 2023.

Pameran ini akan menampilkan lebih dari 250 merek usaha lisensi, waralaba dan berbagai peluang usaha lainnya baik nasional maupun internasional dari berbagai bidang seperti makanan dan minuman, kafe dan restoran, kecantikan dan kesehatan termasuk wellness, hingga POS system dan teknologi. Sejumlah merek usaha ternama pun akan turut hadir pada pameran ini.

Susanty Widjaya, Ketua Asensi menyebut, tujuan the 3rd Indonesia Licencing Expo 2023 adalah menjadi ajang pertemuan antara exhibitor (licensor dan franchisor) dengan calon investor yang ingin membuka dan mengembangkan usaha dari beragam industri. Ia pun optimistis, pameran ini akan mempercepat pemulihan perekonomian Indonesia sesudah masa pandemi serta mengupayakan merek lokal menembus pasar global atau go global.

"Tahun 2023 ini adalah tahun merek seperti yang telah diumumkan oleh Kemenkumham RI di akhir tahun 2022 lalu. Jadi saatnya kita membangkitkan merek lokal. Harapannya kita bangkit bersama-sama, bukan hanya pengusaha besar tetapi juga UMKM. Mudah-mudahan lewat ajang ini mereka mendapatkan investor yang tepat. Begitupun dengan event organizer dapat bangkit kembali setelah sempat vakum akibat pandemi," jelasnya.

Senada dengan Susanty, CEO IMEI dan Krista Exhibitions Daud D Salim mengaku optimistis terhadap perkembangan bisnis lisensi di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari antusias pengunjung di tahun 2022 sehingga ia yakin tahun ini, animo dari para pelaku maupun calon pelaku usaha di bidang licensi dan waralaba akan sangat melonjak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pameran ini ditargetkan akan menggaet 50 ribu pengunjung di tiga kota. Selain itu, pameran ini diharapkan akan menjadi sarana edukasi mengenai ruang lingkup usaha licensi dan waralaba.

"Industri lisensi ini sangat penting untuk semua sektor. Karena semua industri usaha atau waralaba itu payungnya adalah lisensi. Selain pameran, di ajang ini akan diberi pengetahuan bagaimana pelaku usaha bisa melisensikan bisnisnya. Ini juga peluang untuk UMKM untuk hadir sehingga usahanya bisa naik kelas," tutur Daud.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)