Indonesia Paling Optimistis Adanya Peningkatan Ekonomi 6 Bulan Mendatang

Di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia menunjukkan adanya peningkatan pendapatan paling banyak dibandingkan hasil survei Mei 2020. Sebagai negara paling optimistis di antara negara kawasan ini lainnya, 75\% masyarakat Indonesia yakin akan adanya perbaikan ekonomi pada 6 bulan ke depan.

Beberapa indikasi optimisme itu terlihat dari tingginya minat beli masyarakat Indonesia terhadap sepeda motor sebesar 47\% selama PSBB transisi. Adanya peningkatan belanja online di e-commerce, yang mana Shopee (73\%) dan Tokopedia (68\%) menjadi e-commerce paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Juga, sebesar 44\% masyarakat Indonesia kini lebih banyak menggunakan pembayaran non-tunai sejak pandemi, di mana secara keseluruhan, Ovo (71\%) dan (Gopay 67\%) adalah yang paling sering digunakan.

Sekitar 10 bulan sejak penyebaran pandemi Covid-19 pertama kali masuk ke wilayah Asia Tenggara, hingga saat ini masyarakat masih merasa khawatir terhadap penularan virus Corona.

Data-data ini merupakan hasil survei terbaru yang dilakukan perusahaan market research global, Ipsos untuk memahami perkembangan opini dan perilaku konsumen selama krisis Covid-19. Survei diadakan secara online, sejak 18-22 September 2020, dengan melibatkan 500 responden dengan usia 18 tahun ke atas untuk setiap negara di Asia Tenggara; Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Mayoritas masyarakat di enam negara Asia Tenggara (81\%) yakin bahwa vaksin Covid-19 akan mulai tersedia di masing-masing negara pada semester pertama tahun 2021. Sebagian besar (37\%) masyarakat Asia Tenggara saat ini sudah beradaptasi dengan kebiasaan dan rutinitas baru serta 16\% mulai melihat pembatasan-pembatasan atau larangan akan segera berakhir.

Perpanjangan periode “di rumah saja” bagaimanapun berpengaruh terhadap kesehatan fisik maupun mental sebagian besar masyarakat Asia Tenggara.. Di Indonesia sendiri, sebanyak 35\% responden mengakui lebih sedikit melakukan aktivitas fisik, berbeda dengan Malaysia (56\%) dan Vietnam (43\%). Sedangkan untuk kesehatan mental, 54\% responden Asia Tenggara mengatakan bahwa mereka merasa tertekan dengan situasi pandemi ini. Dibandingkan Filipina (62\%), masyarakat Indonesia lebih sedikit (50\%) yang merasa tertekan selama masa pandemi.

Di antara negara-negara Asia Tenggara, 1 dari 2 responden mengakui mereka sudah merasa nyaman untuk mengunjungi restoran ataupun teman di rumah dan mengggunakan transportasi umum dalam waktu dekat, termasuk Indonesia.

Pandemi Covid-19 sangat memengaruhi perekonomian negara-negara, tak terkecuali Indonesia. Berdasarkan hasil survei terbaru Ipsos, bahwa mayoritas masyarakat di Asia Tenggara merasa situasi ekonomi di negara mereka tidak baik, bahkan sangat buruk. Hasil survei untuk Indonesia sendiri, terlihat bahwa 57\% masyarakat merasa situasi perekonomian Indonesia dalam keadaan buruk, 17\% merasa sangat buruk.

Dibandingkan dengan hasil survei gelombang pertama Mei 2020 (yang mana saat itu negara-negara berada di tengah-tengah penerapan larangan dan pembatasan ketat), Asia Tenggara melaporkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya untuk Indonesia dan Filipina yang paling menunjukkan peningkatan signifikan. Untuk Indonesia sendiri pada hasil survei gelombang pertama, 84\% responden mengaku merasakan penurunan pendapatan, sedangkan pada survei gelombang kedua ini, sebanyak 74\% responden merasakan penurunan pendapatan mereka, yang mana persentase ini turun 10\% dibandingkan hasil survei gelombang pertama Mei lalu (84\%).

Melihat 6 bulan ke depan dari sekarang, di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia muncul sebagai negara paling optimistis akan adanya perbaikan ekonomi pada 6 bulan ke depan dibandingkan negara lain dengan persentase 75\%, disusul oleh Vietnam sebesar 54\%, dan Filipina 50\%. Sedangkan mayoritas masyarakat Singapura justru merasa pesimis dan hanya 28\% yang berharap perekonomian dalam negeri mereka akan meningkat.

Managing Director Ipsos in Indonesia, Soeprapto Tan menyampaikan, melihat perkembangan hasil survei gelombang kedua yang dilakukan Ipsos untuk kawasan Asia Tenggara, mayoritas masyarakat Indonesia masih memiliki optimis yang tinggi akan adanya perbaikan ekonomi domestik di Indonesia secara keseluruhan, terlebih jika dibandingkan dengan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

“Perlu kami tekankan bahwa ketika survei gelombang kedua ini dilakukan, DKI Jakarta sebagai ibukota pusat mayoritas aktivitas bisnis, sedang dalam status penerapan PSBB ketat kedua. Bila dilihat dari hasil survei yang ada, penerapan PSBB ini tidak berpengaruh secara signifikan pada optimisme masyarakat terhadap situasi kondisi ekonomi di Indonesia,” ujar dia. Kita berharap optimisme ini bisa menjadi momentum dan referensi untuk pemerintah pusat maupun provinsi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di Q4 2020, tentunya dengan berbagai stimulus ekonomi yang sedang ataupun akan dijalankan sebagai upaya pemerintah terlepas dari ancaman resesi.

Dalam hasil survei gelombang kedua ini, dalam 6 bulan ke depan, mayoritas masyarakat Indonesia (60\%) berpendapat Pemerintah Indonesia harus tetap fokus dalam penanggulangan dan penyebaran Covid-19, 16\% dari mereka berpendapat lebih penting Pemerintah untuk tetap menyediakan bantuan atau stimulus ekonomi terhadap pendapatan mereka, 13\% mengaku lebih penting Pemerintah fokus dalam melindungi pekerjaan masyarakat 11\% berfokus pada masalah menjaga stabilitas harga barang.

Lebih jauh, bila dibandingkan 3 bulan lalu, 48\% masyarakat Indonesia tidak merasa yakin terhadap keamanan pekerjaan mereka, kerabat, ataupun orang terdekat mereka. Sehingga, apabila kasus Covid-19 kembali terjadi di masa depan, 91\% masyarakat Indonesia mengaku khawatir bahkan sangat, pemerintah akan kembali menerapkan larangan ketat yang akan mempengaruhi pendapatan mereka.

Meskipun terlihat adanya prospek positif pendapatan masyarakat di Asia Tenggara, namun mayoritas responden (62\%) mengaku tidak yakin untuk melakukan pembelian ataupun investasi dalam jumlah besar, seperti rumah maupun mobil. Hal yang berbeda ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia untuk industri sepeda motor, dimana sebanyak 47\% masyarakat Indonesia menunjukkan minat beli terhadap sepeda motor (peringkat 3-5 dari skala 5 minat beli). Sepeda motor yang paling banyak diminati ialah Honda (81\%) dan Yamaha (39\%). Perilaku ini disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat dalam menggunakan kendaraan umum selama PSBB transisi.

Untuk pengeluaran belanja dalam skala kecil, 1 dari 2 masyarakat Asia Tenggara saat ini merasa lebih nyaman mengunjungi restoran dan lebih banyak permintaan dari kategori produk bahan pokok harian, produk personal, dan produk kebersihan karena pembatasan pergerakan secara bertahap dihentikan. Dalam hal belanja secara umum, masyarakat Asia Tenggara tetap berhati-hati baik dari perspektif keuangan, kesehatan, dan keamanan.

Pada survei ini pula, diketahui adanya peningkatan penggunaan layanan digital, e-commerce, dan pembayaran non-tunai (cashless payment) oleh konsumen di Asia Tenggara. Lebih dari 43\% responden Asia Tenggara membeli lebih banyak barang secara online, 42\% lebih masyarakat menggunakan pembayanan non-tunai, dan 29\% lebih masyarakat melakukan streaming lebih sering.

Di antara negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia (51\%) dan Singapura (51\%) mengalami peningkatan terbesar porsi masyarakat yang terlibat dalam aktivitas e-commerce. Shopee (73\%) dan Tokopedia (68\%) adalah dua e-commerce paling banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk berbelanja online selama pandemi dan akan terus digunakan walapun pandemi sudah berakhir. Yang mana peringkat ke-4 dan ke-5 diduduki oleh Lazada (42\%) dan Bukalapak (34\%) secara berurutan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)