Indonesia Pavilion, Jendela Mengenal Kemajuan Pembangunan Nasional

Menyambut peserta Annual Meeting IMF-WB 2018, Kementrian Badan Usaha Milik Negara dan badan usaha dibawahnya, menyuguhkan pencapaian kemajuan infrastruktur lewat "Indonesia Pavilion".

Sahala Lumban Gaol, Staf Khusus I Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menyatakan, "Indonesia Pavilion dapat menjadi jendela pertama bagi para anggota delegasi yang hadir untuk mengenal Indonesia secara singkat namun dengan informasi yang cukup merepresentasikan segala keunggulan, keindahan, dan keunikan Indonesia".

Menurut Sahala, lewat Indonesia Pavilion disampaikan pesan nawacita, yang menampilkan Indonesia in numbers, dalam rangka rediscover Indonesia. Pengunjung bisa melihat bagaimana perkembangan pembangunan infrastruktur Indonesia yang dulunya sangat jauh terbelakang, sekarang sudah mengalami lompatan yang sangat luar biasa. Indonesia Pavilion juga mengajak para investor untuk menjadi bagian dari perjalanan perkembangan Indonesia dalam bidang ekonomi, industri, infrastruktur, pariwisata, hingga seni dan kerajinan tangan khas Indonesia.

"Lewat Pavilion Indonesia kita tunjukkan kepada masyarakat dunia tentang persepsi rediscover Indonesia. Mereka bakal melihat perkembangan digital Indonesia, pembangunan konektivitas, dan apa arti konektivitas itu," Sahala menambahkan.

Area Indonesia Pavilion terbagi dari beberapa ruangan tematik seperti BUMN Hall, Area Workshop, Area Pameran, VIP Lounge, Investment Lounge, dan Stage pavilion /Coffee Shop dengan karakteristiknya masing-masing yang kental menggambarkan semangat Nawacita yang diaplikasikan Indonesia dalam setiap aspek pembangunan, mulai dari konektivitas yang sudah dibangun di Indonesia, seperti jalan tol, LRT (light rapid transit), pelabuhan laut, hingga seni kerajinan tangan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)