Indonesia Siap Adopsi Teknologi Nuklir

Pemanfaatan nuklir guna memenuhi kebutuhan manusia hingga saat ini masih mengalami pro dan kontra. Apalagi pasca bencana tsunami yang melanda Jepang dan berdampak pada reaktor nuklir di Fukushima menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Banyak asumsi yang menyatakan bahwa Indonesia belum siap untuk menampung teknologi ini tentu saja membuat masyarakat semakin ragu. Padahal,  energi nuklir merupakan energi yang hemat serta ramah lingkungan.

img_20151228_114428

Sayangnya, pemerintah hingga saat ini masih menempatkan pemanfaatan energi nuklir ini sebagai opsi terakhir. Padahal, kebutuhan mengenai ketersediaan energi sangat dinilai besar urgensinya pada saat ini. Apalagi di tahun 2030, pemerintah mencanangkan untuk berkontribusi dalam mengurangi kadar emisi karbon sebanyak 30% tanpa harus mengurangi pertumbuhan industri.

Djarot Wisnubroto, Kepala badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN) menyatakan nahwa hal tersebut tidak akan pernah bisa dicapai oleh pemerintah jika tidak mengembangkan energi nuklir. Pasalnya, sumber energi lain tidak akan sanggup untuk menampung besarnya kebutuhan yang jumlahnya terus meningkat.

“Kami melihat bahwa tanpa keputusan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) akan sulit bagi pemerintah untuk mencapai target kapasitas pembangkit listrik baru. Selain itu, tenaga nuklir akan memungkinkan pelaksanaan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dunia tanpa mengurangi laju pertumbuhan Industri,” ujar Djarot.

Djarot juga menyatakan bahwa isu mengenai ketidaksiapan Indonesia dalam memanfaatkan serta mengelola nuklir sebagai sumber energi tidaklah benar. Ia bahkan menambahkan bahwa sebenarnya Indonesia telah lama siap untuk mengadopsi nuklir sebagai sumber energi.

“Banyak pendapat menyatakan bahwa Indonesia tidak siap untuk mengadopsi teknologi ini. Namun, sebenarnya Indonesia sudah lama sekali siap. Kita sudah memiliki sumber daya manusia dan teknologi yang tepat. Untuk isu mengenai lokasi di mana reaktor nuklir bisa diletakkan, kami juga sudah melakukan penjajakan. Ada beberapa tempat yang memang bisa ditelaah lebih lanjut seperti Bangka, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur,” ujar Djarot.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)