Indonet Bukukan Laba Bersih Rp123,9 Miliar Tahun 2021

Penyedia layanan infrastruktur digital, PT Indointernet Tbk. (Indonet), mengumumkan kinerja dan performa perseroan tahun 2021. Anak usaha dari DCII ini membukukan laba bersih sebesar Rp123,9 miliar pada 2021.

Karla Winata, Direktur Utama Indonet mengatakan, peningkatan ini didorong atas penerapan strategi bisnis yang sesuai dengan permintaan pasar. Indonet mampu memenuhi kinerja sesuai dengan target termasuk memenuhi seratus persen SLA setiap layanan.

“Strategi perseroan mengembangkan konektivitas dengan memanfaatkan kemampuan HyperScale conneX (HSX) dan layanan EDGE Data Center (EDGE DC) sudah tepat, karena secara keseluruhan dapat memberikan solusi multikonektivitas tanpa batas antarberagam penyedia data center serta cloud yang aman, andal dan terpercaya bagi para pengguna,” ujarnya.

Pada tahun perdana setelah peluncurannya, pengguna HSX tercatat meningkat sebesar 481%, sementara EDGE DC 1 (EDGE1) berhasil memperoleh kontrak sebesar 60% dari total kapasitas yang tersedia. Perseroan memproyeksikan kapasitas terkontrak akan mencapai 80% dari total kapasitas EDGE 1 pada akhir tahun 2022.

Karla menambahkan, Indonet optimistis EDGE DC akan menjadi growth driver di masa depan. Ia mengatakan, kontribusi EDGE DC terhadap pendapatan perseroan diperkirakan akan terus meningkat dan menjadi salah satu kontribusi signifikan terhadap Perseroan. “Data center nantinya akan menjadi key growth driver,” terangnya.

Adapun Indonet melalui anak usahanya, terus melakukan ekspansi di sektor data center. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus bertumbuh, Perseroan tengah merampungkan rencana pembangunan EDGE DC 2 (EDGE2) yang berlokasi di Kuningan Center pada lahan seluas 6.000 m2. EDGE2akan memiliki kapasitas power di kisaran 20+ MW IT Load. Saat ini EDGE2 sedang dalam tahap desain dan ditargetkan untuk ready for services pada 2023.

Otto Toto Sugiri, Wakil Komisaris Indonet, menambahkan, pihaknya memproyeksi peluang data center di Indonesia ke depannya sangat besar. Menurutnya, Indonesia masih memiliki kebutuhan data center yang besar. Di sinilah, kata dia, Indonet ingin mengambil peluang untuk menyediakan layanan low latency data center.

“Market data center di Indonesia besar, bukan karena penduduknya belum pakai data center, tetapi kebanyakan penduduk Indonesia pakai data center di Singapura. Maka penting sekali bagi indonet untuk membangun fasilitas data center dengan latency rendah,untuk itu Indonet membangun data center di tengah kota,” tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)