Indonet Gandeng Mitra Global Perkuat Layanan Infrastruktur Digital

Toto Sugiri

Indonet, penyedia layanan infrastruktur digital berkolaborasi dengan perusahaan
platform data center, Digital Edge (Hong Kong) Ltd. yang berpusat di Hong Kong. Tujuannya, untuk mengembangkan edge data center di Indonesia. Dalam kerja sama tersebut, Digital Edge menjadi pemegang saham mayoritas PT Indointernet Tbk (Indonet), emiten Bursa Efek Indonesia dengan kode saham EDGE.

Adapun pemegang saham pengendali sebelumnya, yang juga merupakan pendiri Indonet, Toto Sugiri, tetap menjadi salah satu pemegang saham dan berperan aktif sebagai komisaris utama perusahaan yang berdiri tahun 1994 tersebut. Toto dalam keterangan persnya mengatakan bahwa Indonet sangat antusias atas kerja sama ini mengingat Digital Edge memiliki pengetahuan global mengenai industri data center, hubungan baik dengan customer regional maupun global, serta akses pendanaan kuat didukung oleh private equity global yaitu Stonepeak Infrastructure Partners.

“Bersama Digital Edge, Indonet berada di posisi terbaik untuk memberdayakan pertumbuhan pasar Indonesia serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional. Ke depannya pun kami tengah merencanakan proyek ekspansi data center selanjutnya,” ujarnya.

Digital Edge didirikan oleh tim manajemen senior dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang data center dan layanan infrastruktur digital, seperti Equinix, Tata Communication, Facebook. Didukung oleh Stonepeak Infrastructure Partners, private equity dengan fokus pada sektor infrastruktur, Digital Edge memiliki lebih dari US$ 1 miliar komitmen dana untuk mengembangkan bisnis data center di Asia.

Maka masuknya Digital Edge sebagai investor strategis di Indonet, Djarot Soebiantoro, Direktur Utama Indonet, menambahkan, sejalan dengan fokus layanan yang tengah dikembangkan yaitu Edge Data Center. “Keahlian Digital Edge dalam mengembangkan dan mengoperasikan data center akan sangat mendukung ekspansi Indonet. Selain itu, Digital Edge dan Indonet juga dapat berkolaborasi dalam memperluas database pelanggan. Network Digital Edge dengan pelanggan global tentu akan sangat bernilai bagi pertumbuhan bisnis Indonet,” ungkap Djarot.

Peranan Edge Data Center di era teknologi dan industri 4.0 saat ini sebagai sebuah solusi pemrosesan data yang mampu membantu pelanggan untuk mengatasi masalah latensi, tantangan operasional dan keamanan. Laporan dari Gartner pada awal tahun 2021 memperkirakan bahwa 75% data perusahaan diharapkan dibuat dan diproses di edge data center pada tahun 2025. Hal ini sejalan dengan laporan Analysys Mason pada tahun 2019 yang menunjukkan bahwa perusahaan akan mengalokasikan rata-rata 30% dari anggaran IT mereka untuk edge computing selama tiga tahun ke depan.

Sementara itu pihak Digital Edge melihat Indonesia merupakan salah satu pasar yang memiliki potensi peningkatan yang baik untuk perkembangan edge data center. Indonet merupakan investasi pertama Digital Edge di Asia Tenggara.

“Ekonomi digital Indonesia yang berkembang pesat, percepatan adopsi cloud serta kesuksesan perusahaan startup dengan adanya enam unicorn di Indonesia akan mendorong permintaan akan layanan colocation dan pertumbuhan edge data center. Indonet sangat sesuai untuk Digital Edge dan kami senang dengan kerja sama ini,” ujar Samuel Lee, CEO Digital Edge.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)