Indosat Kembali ke Jati Diri sebagai Perusahaan Telekomunikasi

Transformasi bisnis banyak terjadi dikarenakan tren komunikasi pelanggan yang berubah. Seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi dan jaringan yang semakin canggih, tuntutan konsumen juga makin tinggi.

Hal itu yang dilihat oleh Presiden Direktur & CEO PT Indosat Ooredoo Tbk., Joy Wahjudi pada sebagian konsumen di Indonesia. “Kami melihat ada perubahan mendasar dari segi jaringan. Jaringan 4G LTE yang dikembangkan di industri telekomunikasi berakibat pula pada perubahan perilaku pelanggan. Komunikasi saat ini lebih banyak melalui texting, bukan lagi telepon. Bahkan kebutuhan telepon dilakukan lewat aplikasi messanger,” jelasnya.

Perubahan ini dilakukan sejak tahun 2016 dan mulai terlihat perubahannya secara signifikan di tahun 2017. Transformasi ini memang dilakukan oleh provider dalam persentase berbeda-beda. Ada operator yang sudah 70% lebih penghasilannya dari data dan ada  juga yang  90%. “Porsi untuk Indosat adalah 60% untuk data dan 40% masih legacy income,” tambahnya.

Industri telekomunikasi memang tergantung pada perkembangan ekonomi nasional. Harapan Joy, harga dan ekonomi Indonesia dalam keadaan stabil karena berpengaruh pada industri telekomunikasi. “Saat ini pertumbuhannya mencapai sekitar 5%, kami berharap dapat tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi itu sekitar 7%,” jelasnya. Baginya, di tahun 2018 akan lebih berat karena selama ini industri ekonomi nasional out grown.

Dari sisi Indosat, kondisi industri seperti itu menjadi tantangan sendiri. Langkah yang diambil adalah dengan merasionalisasi operasional bisnis Indosat. Tahun 2018, Indosat mengambil langkah dengan fokus ke beberapa hal, salah satunya fokus sebagai provider jaringan. Mereka akan efisiensikan cara untuk melakukan deliver jaringan ke konsumen. Kembali ke jati dirinya sebagai perusahaan telekomunikasi. “Buat saya fokus pada bisnis awalnya, dengan memberikan jaringan yang terbaik ke konsumen dari segala sisi,” ungkapnya.

Digitalisasi memaksa industri tetap tumbuh, hanya saja kanalnya berubah. Digital channel yang membuatnya berubah untuk segala aspek. Strategi Indosat di 2018 adalah melihat perilaku konsumen dan mendukung industri yang terkait. Total belanja modal Indosat tiap tahunnya menyentuh rata-rata sekitar US$ 650-700 juta dan tahun 2018 hampir 90% lari ke jaringan. Tantangan lainnya adalah regulasi seperti kebijakan network sharing dan frequency fee. Regulasi tersebut harusnya dapat mendorong dan menstimulasi operator untuk berinvestasi.

“Jika industri ingin sehat dan persaingan rasional, kita harus dorong regulasi soal network sharing dan frequency fee untuk lolos. Ini berkaitan dengan benefit yang diperoleh konsumen,” ungkapnya. Indosat berusaha hadir dengan jaringan terbaiknya. Energi kami difokuskan untuk menyediakan jaringan terbaik guna menjembatani interface pemain digital. Total pelanggan Indosat di Q3 2017 mencapai 97 juta pelanggan dan kinerjanya cukup positif tumbuh 5% tiap tahun.

 

Reportase: Herning Banirestu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)