Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 18,7%

Industri asuransi jiwa mencatatkan total pendapatan tumbuh sebesar 18,7%. Hal ini disampaikan dalam paparan kinerja oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Rabu (11/03/2020) di Jakarta. Dengan kenaikan ini, maka pendapatan industri asuransi jiwa pada tahun 2019 mencapai Rp 243,2 triliun dari sebelumnya Rp 204,89 triliun yang diambil dari 59 perusahaan anggota dari total 60 perusahaan.

Kenaikan juga terjadi pada premi baik premi baru maupun premi lanjutan. Untuk premi baru, kenaikannya sebesar 5,8% dari Rp 117,38% triliun menjadi Rp Rp 124,17 triliun, sementara premi lanjutan hanya berbeda sedikit yakni naik 5,9% dari Rp 68,50 triliun menjadi Rp 72,52 triliun.

Ketua Dewan Pengurus AAJi, Budi Tampubolon, mengatakan jika ditinjau dai kanal distribusi jalur pemasaran, yang menarik adalah porsi jalur pemasaran bancassurance mendominasi yaitu bobotnya 43% sementara jalur pemasaran agensi bobotnya 40% terhadap total pendapatan premi.

“Sehingga bisa dilihat jalur pemasaran bancassurance adalah salah satu jalur distribusi yang paling efektif bagi industri asuransi jiwa untuk memasarkan produk,” jelas Budi.

Untuk hasil investasi, kenaikannya pada tahun 2019 sebesari 336,8% dari Rp 7,83 triliun menjadi Rp 34,19 triliun. Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko, Fauzi Arfan menjelaskan secara garis besar alokasi investasi asuransi 33,4% di reksadana, 31,9% di pasar saham, dan 15,8% di SBN. Sedangkan di deposito, porsinya menurun yaitu 4,5% dari total portfolio investasi. “Di tahun 2019, penurunan suku bunga dibarengi oleh peningkatan harga bond sehingga didapatkan hasil investasi yang membaik,” ujar Fauzi.

Total aset naik sebesar 9,4% dari Rp 517,91 triliun menjadi Rp 566,67 triliun. Jumlah investasi meningkat 8,6% dari Rp 461,81 triliun menjadi Rp 501,63 triliun. Sementara itu, jumlah cadangan teknis mengalami peningkatan sebesar 7,3% menjadi Rp 422,60 triliun dari sebelumnya Rp 393,90 triliun.

Fauzi menyebutkan, cadangan teknis adalah indikator kesehatan perusahaan asuransi jiwa. Artinya jika industrinya naik, kesiapan perusahaan untuk memenuhi proteksi di masa mendatang juga meningkat.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)