Industri Kertas Diperkirakan Tumbuh di Tengah Digitalisasi

Dengan masih adanya kebutuhan terhadap kertas berikut solusi printing, industri grafika dinilai tetap akan tumbuh. Kertas masih berperan penting meskipun kini industri kreatif telah masuk ke era digital.

FGDcampus menggelar acara workshop menggambar dengan menggunakan peranti pen tablet Wacom dengan tema Balinese Style Art. (dok. Amara Pameran Internasional)

Hal ini dibahas dalam ajang pameran bisnis industri kreatif dan grafika, FGDexpo 2017 di Jakarta Convention Center. Pameran ini menjadi wadah dalam menghubungkan antara manufaktur, teknologi grafika, penyedia produk-produk dan jasa grafika, lintas media, dan penyedia jasa keuangan.

Keberadaan FGDcampus menjadi wadah kepedulian FGDforum akan pentingnya edukasi mengenai teknologi terbaru di industri grafika, mengingat multiplier effect yang ditimbulkannya terhadap sub-sektor industri kreatif lainnya.

FGDcampus menggelar workshop menggambar dengan menggunakan peranti pen tablet Wacom dengan tema Balinese Style Art. Adi Sofyan, Sales & Marcom Manager PT GrandTech Systems Indonesia, selaku distributor Wacom mengatakan bahwa, “Para pelaku desain grafis ternyata masih memerlukan kertas fisik untuk menggambar dan membuat sketsa sehingga muncul produk pen tablet yang bisa mentransfer gambar di kertas menjadi gambar digital.”

Kebutuhan industri kertas juga diamini oleh Paestaman Siagian, dari Mettaform, perusahaan percetakan Kompas Gramedia Group pada acara FGDcampus pada Jumat, (25/8) yang  mengangkat tema mengenai Smart Packaging Trend 2020. “Tren packaging masa depan di Asia dan Indonesia akan mengarah ke penggunaan QR code dan unique code, jadi menggabungkan solusi inovasi dan media fisik kertas," ujar Adi.

Minat generasi milenial terhadap industri kreatif dan grafika akan membawa industrinya tumbuh lebih dinamis. Namun demikian, ide-ide kreatif dari generasi muda Indonesia tetap harus mengikuti standar dan mutu yang ada.  Menurut Zakiyah, Kepala Pusat Perumusan Standar Badan Standardisasi Nasional (BSN), perlu standar grafika yang harus diikuti oleh produsen atau perusahaan-perusahaan di bidang printing, publishing, atau packaging.

Untuk diketahui, FGDexpo 2017 dihadiri oleh 97 peserta yang terdiri dari produsen, distributor, penyedia produk dan jasa grafika, asosiasi perusahaan dan profesi, institusi pendidikan, dan mitra luar negeri. Pameran yang telah berlangsung sejak tahun 2003 ini bekerjasama dengan PT Amara Pameran Internasional (API) untuk ke-8 kalinya ini diselenggarakan pada 24–27 Agustus 2017.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)