Industri Kreatif Jadi Segmen yang Berkembang di Dunia Fintech

Lembaga Demografi UI mengadakan studi kasus dampak sosial dan ekonomi Investree. Studi ini pertama kalinya dilakukan dengan fokus fintech leading di Indonesia dengan melibatkan sebanyak 261 respondenyang berlokasi di tiga wilayah yaitu Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.  

Associate Director Lembaga Demografi UI, Dewa Wisana menyebutkan studi Investree ini adalah studi penting yang mencoba memahami inklusi keuangan dan para pelakunya di Indonesia. Informasi yang dikumpulkan meliputi kontribusi ekonomi yang diukur dari rata-rata penjualan dan omzet usaha. Sedangkan untuk mengukur aspek sosial, dilihat dari penyerapan tenaga kerja.

“Studi ini dilakukan pada Desember 2019 – Januari 2020, sehingga belum merepresentasikan keadaan saat pandemi. Namun studi ini dapat memberikan gambaran tentang bagiamana fintech bisa membuka akses pinjaman bagi pelaku UKM,” kata Dewa.

Sektor terbesar peminjam di Investree yaitu dari perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 31%, keuangan dan real estate sebesar 19%, services sebesar 18%, dan sektor manufaktur sebesar 27%. Menariknya, dari 27% sektor tersebut, ternyata mencakup industri kreatif di mana porsi 52% memanfaatkan pinjaman untuk Invoice Financing. Sebesar 15% industri kreatif mengalami peningkatan usaha sebesar 30% - 50% melalui peminjaman ke Investree.

Investree juga membantu pemiliki bisnis online untuk meningkatkan bisnisnya dengan cara bermitra dengan beberapa platform e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, dan Lazada.

“Diperoleh fakta dari borrower bahwa nilai rata-rata penjualan mereka mengalami peningkatan mulai dari Rp 3 juta – Rp 772 juta,” tambah Dewa.

Data survei pun terlihat faktor utama yang dipertimbangkan pemilik bisnis terutama UKM untuk mengajukan peminjaman dana ke Investree adalah proses pengajuan yang cepat (95,29%), kredibilitas investree (93,73%), dan proses registrasi yang mudah (93,33%).

Bahkan, Dewa juga menyebut Investree telah membantu ekonomi berbasis syariah. Terdapat 54% peminjam dari ekonomi berbasis syariah mengaku mengalami kenaikan bisnis sebesar 54%.

CEO Investree, Adrian Gunadi mengatakan salah satu segmen borrower yang menarik baru-baru ini adalah industri kreatif, di mana pemain-pemainnya banyak bergerak di bidang digital advertising dan production house.

“Berbicara soal digital, yang namanya iklan maupun event pun larinya ke arah digital. Jadi keberadaan digital khususnya di dunia advertising menjadi segmen yang cukup menarik dan berkembang di dunia fintech,” ujar Adrian.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)