Industri Pergudangan Akan Melakukan Otomatisasi dan Augmentasi Tahun 2024

Zebra Technologies Corporation mengumumkan hasil survei Warehousing Asia Pacific Vision Study. Studi ini menganalisis para pembuat keputusan di bidang Teknologi Informasi (TI) dan operasional di industri manufaktur, transportasi dan logistik, ritel, pengiriman paket, dan distribusi grosir terkait strategi mereka saat ini dan yang akan datang dalam memodernisasi gudang, pusat distribusi dan pusat pemenuhan permintaan.

Saat ini operasional pergudangan, distribusi, dan pemenuhan permintaan tengah mengalami perombakan modern seiring dengan transformasi kegiatan operasional di sektor-sektor ini guna memenuhi pertumbuhan kebutuhan dari ekonomi on-demand di dunia.

“Para pemimpin di industri pergudangan kini melirik teknologi untuk mengatasi tantangan-tantangan bisnis utama yang didorong oleh fenomena global ini, dengan mengadopsi teknologi canggih dan memberdayakan para pekerja mereka dengan kinerja yang unggul,” tutur Aik Jin Tan, Asia Pacific Vertical Solutions Lead, Manufacturing and Transportation & Logistics, Zebra Technologies.

Menurut Aik Jin, memperluas ruang, menerapkan proses baru dan memperbaiki alur kerja hanyalah sebagian dari transformasi ini. Sebelum tahun 2024, para pemimpin di industri pergudangan akan mengalihkan fokus mereka ke integrasi solusi yang lebih holistik untuk membangun lingkungan berbasis data yang menyeimbangkan tenaga kerja dan otomatisasi di gudang. Hal ini pada akhirnya akan memberdayakan para pekerja di lini depan dengan kinerja yang unggul untuk memimpin proses transformasi tersebut.

Studi ini melaporkan strategi pemenuhan permintaan berwawasan ke depan yang tengah menjadi fokus banyak perusahaan untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi on-demand. Solusi otomatisasi dan augmentasi pekerja akan menjadi fokus utama dalam rencana-rencana para pembuat keputusan selama lima tahun ke depan. Lebih dari tiga perempat (81 persen) responden setuju bahwa memperlengkapi para pekerja dengan teknologi adalah cara terbaik untuk memperkenalkan otomatisasi di gudang, tetapi hanya 34 persen yang memiliki pemahaman yang jelas tentang cara memulai otomatisasi. Saat ini, hingga 88 persen para pengambil keputusan sedang dalam proses atau berencana untuk memperluas ukuran gudang mereka sebelum tahun 2024. Sementara itu, hingga 85 persen mengantisipasi meningkatnya jumlah gudang dalam jangka waktu ini.

“Konsumen saat ini memiliki kebutuhan yang tampaknya tidak pernah terpuaskan untuk mencari dan membeli barang selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Mentalitas konsumen yang cenderung mengharapkan “saya menginginkannya sekarang” tampak nyata di semua industri dan telah memutarbalikkan rantai pasokan. Hal ini juga mempengaruhi produsen, pebisnis ritel, dan operasional pergudangan yang melayani kebutuhan para konsumen tersebut,” ujar Ben Marvin Tan, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Asia Pasifik.

Lebih lanjut studi Zebra itu mengungkapkan bahwa 49 persen dari pembuat keputusan yang disurvei melaporkan bahwa peningkatan permintaan konsumen menjadi pendorong utama pertumbuhan, dengan hampir 40 persen dari responden survei menyatakan bahwa waktu tunggu pemesanan yang lebih pendek mendorong rencana ekspansi mereka dan membuat mereka berfikir ulang tentang strategi mereka.

“Agar bisa menyesuaikan diri dengan mentalitas on-demand konsumen, para pengambil keputusan perlu segera melatih para pekerja lini depan mereka untuk memenuhi pesanan secara lebih efisien. Perangkat Windows® yang belum diperbarui dan menjalankan aplikasi green-screen, tidak dirancang untuk mengimbangi kecepatan dan kebutuhan ekonomi on-demand saat ini. Sebaliknya, perangkat layar sentuh Android modern milik Zebra seperti MC9300 didesain untuk pekerjaan-pekerjaan yang lebih cepat dan fleksibel untuk meningkatkan kinerja gudang dan memenuhi ekspektasi konsumen yang semakin tinggi saat ini,” tambah Aik Jin.

Beberapa temuan menarik dari survei ini: tahun 2024, otomatisasi akan meningkatkan kinerja pekerja, dibandingkan menggantikan pekerja. Lalu, sebanyak 57 persen pembuat keputusan berencana untuk mengaktifkan otomatisasi parsial atau augmentasi tenaga kerja dengan teknologi di gudang.

Sementara itu, 70 persen responden meyakini bahwa interaksi manusia adalah bagian dari keseimbangan optimal mereka dalam pergudangan, dengan 43 persen menyebut otomatisasi parsial (beberapa aspek keterlibatan manusia) dan 27 persen menyebut augmentasi (memperlengkapi pekerja dengan perangkat) sebagai preferensi mereka. Pembuat keputusan mengantisipasi untuk menggunakan robot untuk manajemen barang masuk ke inventori (27 persen), pengepakan (24 persen) dan barang masuk/penerimaan (21 persen) di tahun 2024.

Yang jelas, berfikir ulang tentang strategi dan operasional pemenuhan permintaan untuk menghadapi tantangan yang muncul di seluruh industri pergudangan tetap menjadi prioritas utama.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)