Ingin ICT di Indonesia Maju, Ini Kuncinya!

Besarnya pangsa pasar telekomunikasi di Indonesia membuat persaingan di industri ini semakin ketat. Ditambah lagi dengan mulai diterapkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang salah satu dampaknya adalah penyediaan tenaga kerja. Kondisi tersebut tentunya akan membuat perusahaan telekomunikasi harus mampu terus berinovasi, baik dari sisi teknologi maupun dari sisi pengelolaan sumber daya manusia.

IMG-20160728-WA0026

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, menyatakan bahwa ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam menjalankan industri telekomunikasi. Pertama, bagaimana membangun broadband di Indonesia. Kedua, membuat industri telekomunikasi ini seefisien mungkin.

Menurutnya, broadband yang dibangun juga harus berdasarkan ekosistem, yaitu Network, Device dam Application. “Kita memiliki obyektif di tahun 2019, seluruh ibukota kabupaten dan kotamadya sudah harus memiliki akses broadband,” ungkapnya.

Dalam industri ini untuk memajukannya pastilah butuh teknologi. Dan Menteri sebagai salah satu eksekutornya. Namun, tidak hanya eksekusi saja yang diperlukan tapi juga manajemen. Antara eksekusi teknologi dan manajemen yang baik menjadi dasar pembangunan ICT di Indonesia.

Sedangkan dari sisi manajemen, PPM Manajemen yang diwakili oleh Reni Lestari Razaki, Direktur Jasa Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen, menjelaskan, inovasi suatu perusahaan harus didukung oleh SDM yang memiliki kompetensi. Menurutnya, peningkatan kompetensi ini bisa dilakukan melalui kegiatan pelatihan pada level staff sampai dengan senior manager yang mencakup kompetensi untuk efektivitas pribadi, memanajemeni unit kerja, dan memanajemeni bawahan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi adalah dengan program sertifikasi profesi. “Sertifikasi akan menunjukkan kompetensi seseorang yang telah mendapatkan pengakuan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Dengan begitu ke depannya SDM kita bisa lebih bersaing menghadapi MEA,” tuturnya.

Guna turut berperan serta dalam pembangunan ICT di Indonesia, PPM Manajemen bekerja sama dengan Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Academy dalam meningkatkan kapabilitas insan di industri informasi dan teknologi komunikasi. “Tentunya untuk meningkatkan daya saing, sertifikasi bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam menghadapi ketatnya persaingan di industri telekomunikasi tidak hanya di Indonesia. Tapi juga dengan tersertifikasinya SDM di industri telekomunikasi, artinya adalah siap dalam menghadapi gempuran tenaga kerja dari ASEAN yang masuk ke Indonesia,” kata Kristiono, Ketua Dewan Pengurus Harian Mastel.

“Kami bersinergi antara Mastel dengan PPM. Mastel memiliki community dan expertise source dan PPM memiliki semua fasilitas. Sehingga kami melihat ada kebutuhan industri untuk membangun kompetensi leadership di industri telekomunikasi sebagai salah satu langkah untuk dapat maju dan bersaing,” lanjut Kristiono. Bentuk sinergi yang dilakukan dua belah pihak ini adalah dalam membuat modul pengembangan I dan manajemen yang spesifik untuk industri telekomunikasi.

Sumber daya manusia (SDM) memang menjadi faktor kunci untuk dapat bersaing dengan brebagai pihak. Menurut Kristiono, Indonesia memiliki potensi SDM yang luar biasa, namun itu semua akan sia-sia jika tidak diolah menjadi suatu kompetensi. Kompetensi inilah yang akan membangun daya saing. “Proses mengubah diperlukan peran kepemimpinan. Kepemimpinan itulah yang akan mengubah semua. Makanya fokus kita adalah membangun kepemimpinan di dalam industri agar dengan kualitas kepemimpinan yang bagus maka ia akan bisa mengubah potensi itu menjadi kompetensi dan daya saing,” jelas Kristiono. (EVA)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)