Ini Cara Transformasi WIKA di Bidang SDM

Tidak hanya mengembangkan 5 portofolio bisnisnya (industri, infrastuktur & building, energy & industrial plant, realty & property, dan investment),  PTT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) juga fokus membangun sumber daya manusia-nya. Melalui strategi PPT atau People, Process, dan Technology, perusahaan ini ingin mengubah tidak hanya dari sisi mindset karyawan, tapi juga bisnis proses dan teknologinya. Sehingga keseluruhannya berimpak pada kinerja perusahaan dan membuat perusahaan semakin go global.

“Sejak dini, perusahaan sudah bersiap melakukan transformasi badang bidang human capital. Upaya ini dimulai sejak proses perekrutan,  pengembangan SDM --termasuk gen Y, bagaimana menerapkan sistem atraksi dan me-retain para talent, hingga kaderisasi kepemimpinan,” ujar Novel Arsyad, Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sistem WIKA.

Saat ini WIKA menggabungkan antara people, proses, dan teknologi. Untuk strategi dalam membangun SDM, pertama dalam hal melakukan recruitment. Proses perekrutan WIKA disebut Wikasatrian, yaitu Satria Pratama, Satria Utama, dan Satria Piningit. “Tidak hanya meningkatkan kompetensi secara hardskill tetapi juga softskill. Karena kami ingin mencetak pemimpin yang memiliki kearifan lokal,” tambahnya.

Untuk membuat mereka semakin loyal terhadap WIKA, perusahaan memiliki program  formal dan informal komunikasi untuk membangun kepercayaan dan komitmen mereka terhadap perusahaan, menciptakan suasana kerja yang dinamis, coaching dan mentoring, counselling untuk mencari leader dan transfer kompetensi. Bukan hanya dengan atasan langsung tapi juga lintas GM (general manager). Terakhir adalah personal asssstant.

Lalu untuk talent pool dan succession plan, perusahaan pun sudah mempersiapkannya dengan baik. Terdapat beberapa parameter bagi pegawai yang masuk kategori talent, diantaranya 3 tahun terakhir berkinerja baik dan memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. Kandidat yang masuk di dalam talent pool menjadi kandidat suksesor. WIKA membuat program khusus, misalnya karyawan tersebut diangkat sebagai deputi pada jabatan target atau diangkat menjadi Pejabat Sementara (PjS). Adapula program Pengharkatan, yaitu “Pengharkatan Improvement Global Grading System”.

Dari sisi proses, perusahaan juga melakukan centralized training, non financial benefit, program pendikan S2, flexy work outfit, dan mentor appreciation award. Kemudian dari aspek teknologi, perusahaan mengembangkan wellbeing dashboard, Knowledge Management (KM) Dashboard, E-learning, Sistem Informasi Manajemen Hasil Usaha (SIMHU), Human Capital Information System (HCIS). Pada Maret 2017 perusahaan menerapkan aplikasi HCIS tersebut.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)