Ini Kunci Lifepal Kian Eksis di Industri Asuransi

Lifepal mencatat pertumbuhan agresif sejak pandemi dengan pengguna terdaftar tumbuh 12 kali lipat (Foto: ist)

Berawal dari menyadari adanya inkonsistensi layanan asuransi di Indonesia, Benny Fajarai bersama tiga rekannya yang datang dari industri e-commerce membangun Lifepal, sebuah platform marketplace asuransi direct to consumer. Sebagaimana marketplace pada umumnya, konsumen bisa memilih, membandingkan, hingga membeli asuransi langsung dari Lifepal tanpa perantara agen atau jalur distribusi lainnya.

Industri insurtech memang naik daun selama pandemi. Kesadaran akan kebutuhan proteksi dan perkembangan digitalisasi menjadi roda penggerak yang membuat sejumlah pemain insurtech di Indonesia melaju kencang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juli 2021, nilai premi asuransi lewat di pemasaran digital mencapai Rp 6 triliun.

Lifepal mencatat pertumbuhan agresif sejak pandemi dengan pengguna terdaftar tumbuh 12 kali lipat sehingga saat ini sudah ada 500 ribu pengguna. Sedangkan rata-rata pertumbuhan Lifepal setiap bulan adalah 20-30% baik dari premi maupun polis.

Menambahkan alasan mengapa asuransi semakin diminati, Benny mengatakan pembicaraan generasi Milenial dan Gen Z tentang asuransi adalah faktor pendorong pemahaman proteksi diri yang semakin baik. Pandemi yang telah memengaruhi keadaan ekonomi masyarakat menyebabkan financial planning semakin digaungkan. Dalam hal ini, Lifepal juga aktif memberikan edukasi financial planning lewat media sosialnya.

Benny mengungkapkan ada tiga hal yang difokuskan untuk menggenjot pertumbuhan Lifepal. Pertama, dari sisi inventory. Lifepal telah bekerja sama dengan 60 mitra perusahaan asuransi dengan lebih dari 160 produk yang dominan pada asuransi jiwa, kesehatan, dan kendaraan. Produk yang ditawarkan pun tidak mereduksi manfaat-manfaat yang ditawarkan produk asuransi atau biasa disebut micro insurance, melainkan paket komprehensif dengan pertanggungan risiko lengkap.

Kedua, produk dan pricing yang kompetitif. Lifepal menghadirkan volume produk asuransi yang besar tanpa terafiliasi dengan perusahaan manapun, sehingga customer bebas memilih produk yang paling cocok dengan mereka.  Lifepal pun lebih leluasa memberikan promo atau diskon kepada customer. “Kami fokus untuk menghadirkan sebanyak mungkin pilihan. Saat ini kami yang paling lengkap dari sisi produk. Kami juga memberikan promo yang besar dan agresif,” paparnya.  

Ketiga, kemudahan dan kenyamanan. Lifepal memposisikan diri sebagai asisten yang melayani perjalanan customer mulai dari edukasi asuransi hingga membeli polis. Benny menyadari kemudahan perusahaan asuransi melakukan pemasaran digital sangat membantu. Salah satunya adalah touch point masyarakat yang dulunya terbatas kini lebih beragam.

“Kami mengedepankan customer centric. Customer mendapat penjelasan asuransi dan membeli produk dari kami tanpa ada lapisan berikutnya. Tidak ada agen dan jalur distribusi lainnya, sehingga jika customer bermasalah dengan asuransinya, kami yang bantu dan menyelesaikan,” jelas Benny.

Lalu apakah personalized insurance akan menjadi the next thing di Indonesia? Benny menjawab saat ini tidak bisa dilakukan 100%. Namun teknologi yang berkembang bisa saja mengarahkan industri asuransi Indonesia ke arah sana. Lifepal sebagai marketplace memang tidak bisa turun tangan langsung berinovasi akan hal ini, namun melihat pergerakan industri asuransi, Benny percaya perusahaannya bisa mengakomodir kebutuhan tersebut.  

“Kabar baiknya, di Indonesia banyak perusahaan asuransi yang berkompetisi secara inovasi. Mereka punya produk yang berbeda-beda juga. Dengan kata lain, memungkinkan kami juga berinovasi dalam memfasilitas kebutuhan masing-masing customer,” tuturnya menutup penjelasan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)