Ini Pencapaian Dagangan Selama 2021

Startup social commerce Dagangan berusaha memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah rural atau pedesaan. Tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, Dagangan juga memastikan bahwa bisnis yang dijalankannya berkontribusi untuk sosial dan lingkungan.

Perusahaan yang berdiri pada 2019 ini pun merilis Dagangan Impact Report 2021, yang berisikan laporan berbagai bentuk dampak positif yang telah diciptakan oleh Dagangan terhadap masyarakat dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Laporan tersebut juga memuat kerangka keberlanjutan yang diterapkan pada operasional bisnis Dagangan yang sesuai dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dari PBB, di antaranya usaha-usaha untuk mengurangi kemiskinan, memperjuangkan kesetaraan gender, menciptakan lapangan kerja yang layak untuk pertumbuhan ekonomi, mengatasi kesenjangan lewat inovasi, serta berkontribusi dalam penanganan isu perubahan iklim.

"Kami berusaha agar segala sesuatu yang kami lakukan dapat memberi dampak positif secara berkelanjutan, termasuk kepada pengguna, karyawan, investor, dan masyarakat secara umum,” ujar Maha Willy Chandra, Co-founder and COO Dagangan dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (13/04/2022).

Hingga saat ini Dagangan telah memiliki 30 gudang yang menjangkau lebih dari 8.000 desa di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Dagangan juga sudah memiliki sekitar 25.000 user aktif baik itu pemilik warung maupun produsen lokal.

"Kami juga berhasil bekerja sama dengan beberapa supplier dan prinsipal untuk bisa mengadakan lebih dari 3.000 SKU dengan harga yang terjangkau dan kualitas mumpuni, sama seperti yang diperoleh teman-teman kita yang tinggal di kota besar," tambah Willy.

Ia mengklaim bahwa pihaknya secara rata-rata dapat memberikan produk dengan harga 12% lebih murah dibandingkan harga yang mereka dapat dari supplier. Hal tersebut, kata dia, turut mendukung para pemilik warung sehingga mereka berhasil meningkatkan pendapatannya hingga 60% sejak berbelanja barang melalui aplikasi Dagangan. "Pendapatan itu diperoleh dari harga yang lebih murah, supply barang yang lebih lengkap, dan supply barang yang stabil," katanya.

Dagangan juga memfasilitasi para pengusaha lokal untuk menjual produknya melalui platform e-commerce yang dimilikinya, sehingga pengusaha lokal dapat menjangkau akses pasar yang lebih luas. Saat ini, Dagangan sudah menjual sekitar 50 produk lokal yang merupakan hasil kerja sama dengan ibu-ibu PKK, organisasi dharma wanita, dan komunitas lainnya.

"Ketika memasuki area demi area, kami cukup yakin bahwa di setiap area unik, memiliki nilai jual dan kreativitasnya sendiri. Maka dari itu kami selalu berusaha mencari dan mengembangkan kira-kira ada produk apa di area tersebut yang memiliki kualitas yang baik, tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produknya secara luas sehingga seringkali produk tersebut hanya dijual di desa-desa tersebut," cerita Willy.

Aaron Nio, Senior Investment Associate, Monk's Hill Ventures menilai, Dagangan memainkan peran penting dalam mendistribusikan kebutuhan pokok bagi masyarakat pedesaan. Dengan menggunakan teknologi dan kemitraannya dengan komunitas lokal, tim Dagangan telah menciptakan rantai pasok yang lebih efisien untuk menghadirkan produk dan layanan kepada 80% masyarakat Indonesia yang berada di kota tingkat 3 dan 4.

"Kami senang dapat terus menjadi mitra dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung ekonomi digital yang lebih terintegrasi serta inklusif di Indonesia,” ujar dia.

Editor: Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)