Ini Penjelasan Erick Thohir Tentang Anggaran Asian Games

Pengusaha yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) 2018 Erick Thohir
membeberkan masalah pendanaan Asian Games dari APBN yang berjumlah Rp 4,5 triliun. Anggaran itu kata dia akan terbagi menjadi tiga tahap; yaitu tahap pertama sebesar Rp 500 miliar, tahap kedua sebesar Rp 1,5 triliun, dan tahun depan harapannya Rp 2 triliun.

Meskipun angka itu jauh dari anggaran ideal yang disampaikan sebelumnya sebesar Rp 8,7 triliun, ia mengaku tidak serta merta akan menurunkan kualitas penyelenggaran. Dengan anggaran yang minim, ia mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin agar perhelatan tersebut bisa disorot positif.

Berbagai cara ia lakukan agar dengan budget yang ada dana tersebut bisa efektif. Tim Inasgoc, kata dia akan mencari tambahan pendanaan lewat sponsor. “Karena Standar minimal penyelenggaran itu sekitar Rp 5,5 sampai Rp 6,5 triliun,” ungkapnya.

Saat ini ada lima sponsor internasional kata dia sudah mulai memberikan komitmennya lewat OCA. Adapun dari domestik sendiri sudah ada lebih 7 perusahaan yang menyatakan minatnya. “Sayang untuk yang domestik nama-namanya belum bisa saya sebutkan karena belum teken kontrak,” ungkapnya.

Beberapa hal, kata dia, sudah dilakukan tim Inasgog untuk menyesuaikan anggaran. Salah satunya membatalkan Asian Youth Games, mengurangi jumlah event, hingga mengurangi jumlah nomer cabang olahraga. Sebelumnya ia mengatakan, rencananya akan ada 42 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan 484 event. Dengan anggaran yang tidak mencapai Rp 8 triliun, maka hanya akan ada 39 cabang yang dipertandingkan dengan 431 event.

Dengan adanya pengurang-pengurangan tersebut, secara otomatis akan berdampak pada biaya-biaya, seperti biaya broadcasting, biaya liaison officer, biaya akomodasi dan lain-lain yang disebabkan jumlah atlit yang bertanding berkurang. Tak hanya itu, dari segi opening dan closing pun, kata dia, akan ada penghematan dari perencanaan awal, yang tadinya diprediksi menghabiskan dana US$ 90 juta menjadi hanya US$ 50 juta saja. Meski begitu ia memastikan pengurangan biaya itu tidak akan membuat kegiatan opening closing menjadi buruk. “Saat Olimpiade Rio diselenggarakan tahun lalu biaya untuk opening dan closing ceremony adalah 90 juta dolar AS (Rp 1,2 triliun), tapi rasanya kita tidak akan menghabiskan sebanyak itu karena berbagai pertimbangan," katanya.

Adapun mengenai anggaran Asiann Games yang disebut-sebut mencapai lebih dari angka Rp 30 triliun, ia mengemukakan anggaran itu adalah anggaran keseluruhan, bukan anggaran penyelenggaraan. Anggaran keseluruhan di sana maksudnya, termasuk dengan anggaran pembangunan venue dan infrastruktur jangka panjang , dan sarana-sarana transportasi pendukung. “Kalau yang anggaran yang kami kelola yang Rp 4,5 triliun tadi,” ujarnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Pembangunan Perumahan, kata, dia yang akan terlibat banyak dalam hal ketersedian dan pembangunan venue. Adapun mengenai prestasi para atlet d Asian Games akan menjadi tanggung jawab Kementerian Olahraga dan KONI. “Kami secara bersama-sama fokus menyukseskan Asian Games ini,” ujarnya.

Sementara itu, untuk menambahkan keterangan Erick Thohir, Sekretaris INASGOG, Eris Heriyanto, mendetailkan bahwa anggaran yang ada saat ini tidak bisa dibilang mewah atau mahal. Ia mengambil contoh, anggaran Rp 4,5 triliun itu sudah termasuk anggaran-anggaran seperti fasilitas tambahan untuk lebih dari 60 lokassi venue. “Misalnya venue basket ball itu, panitia harus menyediakan ruang tim persiapan, lokasi broadcasting, dan lain-lain. Begitu juga dengan olahraga Canoe, harus ada ruangan menyimpan canoe-nya dan lain-lain. Itukita yang mengadakan dan menyiapkan, karena belum tentu venue yang ada sudah sesuai sesuai,” ujarnya memberikan gambaran. Tak hanya itu, uang Rp 4,5 triliun itu kata juga termasuk untuk membayar honor 20.000 Liaison Officer , menyewa ratusan ambulan, dan juga honor untuk dokter yang standby, dan membayar penari-penari dan lain-lain.

Diperkirakan akan ada lebih 15.000 orang lebih yang akan datang ke Indonesia untuk menghadiri Asian Games. Dari atlit saja, ia mengatakan akan ada 9000 atlit yang akan datang ke Indonesia membawa sekitar 4000 official. “Untuk yang berkaitan dengan olahraganya langsung saja ada 13.000 ribu orang,” ujarnya. Belum lagi jika memperhitungkan, wartawan dunia yang berjumlah 3.500 orang serata kepala-kepala negara dan keluarganya yang bisa berjumlah 3500 orang.

Progress pembangunan Venue Asian Games

Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, pada bulan Maret lalu telah menyampaikan progres pembangunan venue Asian Games kepada Presiden Joko Widodo. Dalam laporannya, Basuki mengungkapkan Progres pembangunan dan renovasi fisik berbagai venue olahraga di GBK hingga tanggal 1 maret 2017, telah mencapai 27,2 persen.

Pembangunan dan renovasi terdiri dari renovasi stadion utama GBK, pembangunan fasilitas latihan, renovasi stadion renang, lapangan hoki, lapangan panahan, lapangan sepak bola ABC, Istora, stadion tenis Indoor dan outdoor, stadion madya, lapangan baseball, lapangan softball, dan gedung basket.

Sementara itu Erick Thohir mengungkapkan per awal Juli ini, akan ada dua lapangan yang diserahterimakan yaitu lapangan hoki dan tennis indor. Adapun untukAthlete Village, menurut laporan terakhir, sudah 88 persen selesai yang di Jakarta. “Jadi, semuanya on progress," ujar Erick.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)