Ini Sebabnya Pelanggan KFC Datang Kembali

Makanan cepat saji termasuk salah satu bisnis makanan dengan persaingan yang ketat. Dengan kelezatan yang mudah ditiru para pendatang baru serta harga yang kian kompetitif, para pemain lawas pun harus terus siaga memastikan pelanggannya tetap setia. Seperti yang dialami oleh salah satu pemain kawakan restoran cepat saji, PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC). Gandhie Lie, GM Business Development KFC,  menyebutkan, pihaknya rutin memantau performa bisnisnya. “Kami rutin menggelar survei independen untuk memantau pertumbuhan bisnis,” ungkap Gandhie, ketika diwawancara Majalah SWA di kantor pusat KFC di Jalan Letjen M.T. Haryono, Jakarta Selatan.

Meski hasil survei internal terus menunjukkan hasil yang memuaskan, KFC tak lantas terbuai. Perusahaan yang terkenal dengan kelezatan ayam gorengnya itu tetap siaga menjaga kesetiaan para pelanggannya. Caranya dengan menggelar berbagai program yang sesuai dengan jiwa anak muda, salah satu segmen pelanggan utamanya, di antaranya dengan  membesut program “KFC Jagonya Musik”. Dalam event tersebut KFC menggelar acara konser musik, komedi stand up dan berbagai kegiatan yang menarik perhatian kaum muda.

Selain itu, KFC juga memiliki duta produk di bidang olah raga dan musik. Tak ketinggalan promo bareng dengan produk lain seperti Telkomsel Tcash maupun merek minuman yang tersedia di gerainya turut digencarkan. Dengan begitu, menurut Gandhi, tercipta simbiosis mutualisme, alias sama-sama untung.  “Semuanya harus di-maintain. Jadi pelanggan yang ada ini kita jaga dengan program-program yang kami adakan seperti musik, stand up, olahraga, masuk ke komunitas di sekolah misalnya, Chaki Club, karate, balap sepeda, semua sesuai kebutuhan. Respon customer kami sangat baik dan ramai sekali,” Gandhi mengklaim.

KFC Gerai Kentucky Fried Chicken yang Selalu Ramai Pengunjung

Tak ketinggalan KFC menghela program untuk menarik pelanggan baru. Misalnya, dengan meluncurkan program produk dengan harga yang terjangkau, memberi benefit diskon 50% serta menawarkan produk baru seperti Cheesy Chicken.

Gandhi memaparkan, dari pengamatan perusahaannya, umumnya pelanggan KFC menitikberatkan pada rasa makanan yang enak. Itulah yang menjadi fokus titik sentuh KFC dengan pelanggannya. Selain itu, kenyamanan gerai kerap menjadi prioritas para pelanggan KFC dalam memilih tempat bersantap. Terakhir, harga produk yang terjangkau dengan kualitas yang baik menjadi titik sentuh yang ampuh dalam menjaga loyalitas pelanggan. “Jadi yang bisa kita lakukan adalah dari 3 hal itu yang membuat customer juga mau balik lagi dan mempromosikan ke temannya,” Gandhi menerangkan.

Dengan strategi di atas, sejauh ini Gandhi merasa KFC tidak memiliki konsumen yang kecewa berat sehingga menyebarkan kabar negatif. KFC pun telah memiliki berbagai prosedur khusus demi menghindari terjadinya ketidaknyamanan pelanggan.

Sebagai contoh, jika sedang menggelar promo khusus, maka KFC akan menyediakan petugas yang lebih banyak untuk menghindari penumpukan pelanggan. Petugas KFC pun dilatih untuk memiliki pola komunikasi yang baik agar dapat menjelaskan jika pelanggan mengalami ketidaknyamanan.  Kesetiaan pelanggan pun semakin dibuhul kencang dengan berbagai inovasi anyarnya. Dalam berinovasi, KFC yang memiliki tim penelitian dan pengembangan internal berpatokan pada tiga kriteria yakni karakter, kebiasaan dan  tren. Dengan jurus tersebut, KFC merilis berbagai inovasinya seperti Cheesy Chicken, KFC Bento, Garlic dan lain sebagainya.

Tak dipungkiri juga, akibat karakter dan kebiasaan pelanggan maka rasa menu KFC akan berbeda di sejumlah daerah. Seperti di daerah Solo, KFC memberikan produk yang sesuai dengan preferensi pelanggannya yang menyukai rasa yang manis, atau rasa yang lebih pedas untuk memuaskan pelanggan di Manado yang memang hobi menyantap menu bercita rasa panas membara. Inovasi tersebut lantas di sesuaikan dengan daya beli konsumen setempat agar mampu memberikan produk bernilai tepat untuk pelanggannya.

Keberhasilan KFC dalam memenangkan pasar makanan cepat saji memang terlihat  secara kasat mata. Lihat saja gerai-gerainya yang kerap dipenuhi pengunjung. Hasil keuangan yang diraih KFC pun mendukung pengamatan tersebut. Gandhi menyebutkan, tahun 2015 lalu omset KFC mencapai Rp 4 triliun dengan laba bersih mencapai sekitar 8%. Adapun di tahun ini omset KFC diperkirakan melonjak hingga Rp  4,9 triliun. “Kami belum bisa sebutkan pastinya karena belum tutup buku dan dihitung secara keseluruhannya,” papar Gandhi. (Riset : Sarah Ratna Herni)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)