Ini Sepak Terjang Ovo Selama 2021

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, membuat adopsi digital menjadi semakin cepat. Hal tersebut pada akhirnya juga ikut mengubah perilaku masyarakat dalam memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Mengutip data Kementerian Keuangan Republik Indonesia, transaksi uang elektronik di Indonesia meningkat dari Rp2 triliun pada 2012 menjadi lebih dari 100 kali lipat atau Rp 205 triliun pada 2020.

Kenaikan transaksi elektornik tersebut disambut baik oleh Ovo. Harumi Supit, Head of Corporate Communication Ovo mengatakan berdasarkan Studi Perilaku Penggunaan Pembayaran Digital dan Layanan Keuangan di Indonesia 2021 oleh Kadence International Indonesia, selama 4 tahun ada di Indonesia, Ovo telah menjadi platform pembayaran digital terpopuler di Indonesia. “Ovo juga telah hadir di lebih dari 430 kota dan kabupaten, dengan lebih dari 1 juta merchant dari berbagai industri, termasuk UMKM yang telah mengimplementasikan QRIS,” kata dia.

Dengan prinsip ekosistem terbuka, pihaknya menjalin kolaborasi dengan industri apapun, termasuk UMKM. Masih dalam studi yang sama, Ovo juga ikut mendongkrak transaksi UMKM dengan angka peningkatan transaksi harian sebanyak 70%. Melalui perluasan akses pasar, adaptasi teknologi, fasilitas transaksi non tunai dan promosi yang dilakukan Ovo, sebanyak 84% UMKM terbantu di tengah pandemi. 55% UMKM tersebut menyatakan bahwa aplikasi ini mudah digunakan.

Sedangkan dari sisi pengguna, sebanyak 71% responden menyatakan bahwa mereka menggunakan Ovo karena bisa digunakan di banyak aplikasi dan merchant online, disusul sebanyak 67% karena dapat melakukan transfer saldo ke rekening bank, dan sebanyak 66% karena aplikasinya mudah digunakan.

“Dalam memenuhi kebutuhan pengguna di seluruh wilayah di Indonesia, Ovo memperluas layanan keuangan dengan menghadirkan metode pembayaran terbaru yang hadir di Bukalapak, JD.id dan Google Play,” kata Harumi menambahkan. Untuk menjangkau masyarakat unbanked dan underbanked, di tahun 2021, Ovo bekerja sama dengan BCA untuk pencairan saldo di seluruh ATM BCA di Indonesia, serta pengisian saldo Ovo secara offline di beberapa gerai mitra seperti Indomaret, PT Pos Indonesia, Lotte Mart, Mitra Bukalapak, Agen Faspay dan Agen Bank Mandiri.

“Hal diharapkan dapat meningkatkan sinergi online-offline dan mendorong kolaborasi antara semua pihak demi perluasan ekosistem digital bagi masyarakat Indonesia,” kata dia. Pada tahun 2021, Harumi menjabarkan, platform juga meluncurkan layanan investasi dan asuransi bekerjasama dengan Bareksa, Manulife Indonesia, Bahana TWC Investment Management dan Syailendra. Sementara untuk perlindungan asuransi, Ovo telah bekerja sama dengan Prudential Indonesia dan Simas Insuretech.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)