Ini Strategi XL Axiata Tetap Tumbuh Baik di 2020

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan walaupun pandemi menyebabkan berbagai sektor terdampak dan bisnis berjalan dengan sangat berat, PT XL Axiata Tbk berhasil mencatat kinerja yang baik di 2020. Hal ini disampaikan Dian pada konferensi pers selepas Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) (23/04/2021) yang diadakan secara virtual. Bahkan pertumbuhan pendapatan XL Axiata bisa diraih di atas pasar dengan pendapatan Rp 26 triliun atau tumbuh 3%.

XL Axiata juga berhasil mencatat EBITDA tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perusahaan Rp 13 triliun. Profitabilitas juga terjaga dengan konsisten dengan mencatatkan laba bersih yang dinormalisasi Rp 679 miliar. Dian juga menyebut ROIC perusahaan dapat dipertahankan dengan angka 4,6% di 2020.

“Kami bisa mencapai prestasi tersebut di tengah pandemi berkat strategi yang tepat dan fokus pada layanan terbaik kepada para pelanggan XL Axiata,” ujarnya. Ada 3 langkah strategis yang dilakukan XL Axiata sehingga berhasil mencatat kinerja yang baik di 2020. Pertama, kepemimpinan biaya melalui operational excellence. Langkah ini sudah dijalankan XL Axiata sebenarnya beberapa tahun terakhir, sehingga menjadikan EBITDA perusahaan naik dalam 3 tahun ini.

Kedua, keputusan yang lebih baik melalui advanced analytics, yang membuat XL Axiata berhasil menghadirkan produk yang tepat untuk pelanggan yang tepat. Ketiga, peningkatan efisiensi dan layanan pelanggan melalui digitalizations. “Sepanjang pandemi aplikasi kami mengalami peningkatan pengguna aktif mencapai 119% setiap bulan,” ungkap Dian.

Ia menambahkan digialisasi membuat operasional lebih simpel, time to market lebih cepat, lebih efisien. “Kami pun mengadirkan aplikasi yang lebih advanced dan baru, sehingga adopsinya naik dua kali lipat di banding tahun sebelumnya. Proses penjualan lebih digital, digitalisasi juga kami terapka di back end, misal di human capital,” terangnya.

Kinerja perusahaan yang positif tahun lalu tentu saja memberikan kabar baik bagi pemegang saham. Tahun ini Rapat menyetujui penggunaan 50% dari keuntungan setelah menyesuaian untuk dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham. “Total dividen yang dibagikan kurang lebih sebesar Rp 339,4 miliar yang atau setara denganRp 31,7 per saham. Sisa dari keuntungan lainnya akan kami pergunakan sebagai Alokasi Cadangan Umum sebesar Rp 100 juta dan selebihnya dicatat dalam Saldo Laba Ditahan untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan,” jelas Dian.

Budi Pramantika Direktur Keuangan XL Axiata mengatakan kenaikan 50% deviden yang diberikan perusahaan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, karena perusahaan ingin memberikan value lebih tinggi seiring peningkatan profit dan penerimaan cash XL Axiata.

Keberhasilan XL Axiata mencatat kinerja yang baik ditambahkan Budi karena didukung didukung oleh dua hal: Budaya operational excellence mempengaruhi payback atau tingkat pengembalian yang maksimal. “Lalu digitalisasi di semua lini, dari berbagai sisi, misalnya salah satunya proses procurement ujung ke ujung dengan digitalisasi sehingga perusahaan lebih efisien,” tandasnya.

Diungkapkan juga bahwa perusahaan menetapkan Capex Rp 7 triliun tahun ini. “Sumber pendanaan Capex mayoritas dari kas internal lalu dikombinasikan dari funding, seperti kita tahu bahwa Rp 1,5 triliun pinjaman perusahaan akan jatuh tempo tahun ini, kami akan refinancing,” jelasnya. Capex mayoritas akan ditempatkan untuk investasi di network guna meningkatkan layanan 4G yang lebih luas dan langkah fiberisasi yang bisa membantu data lebih baik, yang ujungnya membawa experience ke customer yang lebih baik. Budi juga mengatakan bahwa XL Axiata akan melanjutkan langkah investasi jaringan di luar Jawa, karena langkah ini di tahun lalu telah menunjukan hasil baik pada pasar XL Axiata di sana. “Kontribusi pendapatan XL Axiata dari luar Jawa 25%, akan meneruskan ditingkatkan, maka itu investasi kami ke luar Jawa akan terus dilanjutkan,” ujarnya.

Tahun ini XL Axiata menargetkan EBITDA margin mencapai 50%. “Cara mencapainya? Kami akan tetap disiplin di operastional excellence, karena kemampuan mengelola spending biaya menjadi tulang punggung, kultur digital akan berjalan terus, plus tentu saja harus didorong revenue di penjualan,” kata Budi. “Kami akan terus meningkatkan customer experience dengan customer intimancy didukung teknologi AI. Dengan berbagai langkah strategis tersebut pertumbuhan penjualan kami bisa dobel digit, bisnis diharapkan naik signifikan,” ujarnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)