Inilah Proyek Properti 'Hijau' Kolaborasi Tiga Negara

Crown Group kembali membuat gebrakan pada proyek properti terbarunya di Australia. Mastery by Crown Group bisa dibilang proyek prestisius kolaborasi Australia, Jepang dan Indonesia. Dijadwalkan selesai pada 2021, proyek pengembangan lima menara hunian ini terletak di 48 O’dea Avenue Waterloo Sydney Australia.

Mastery by Crown Group membawa Sydney ke tahapan baru dengan menggabungkan visi tiga pemimpin industri; Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito; arsitek Jepang yang terkenal di dunia Kengo Kuma dan arsitek pemenang penghargaan yang berbasis di Sydney, Koichi Takada.

Kengo Kuma adalah otak di balik proyek pengembangan yang sangat menarik perhatian ini; menara dengan 19 lantai yang inovatif menampilkan eksterior hijau dengan taman yang rimbun, dirancang untuk menciptakan hutan vertikal.

Kengo Kuma mendirikan Kengo Kuma and Associates, Inc. di negara asalnya, Jepang, pada tahun 1990. Tahun lalu perusahaan melakukan “invasi” pertamanya ke Australia dengan merancang The Darling Exchange, sebuah gedung publik dengan enam lantai di Darling Harbour yang diikuti oleh sebuah hotel 25 lantai di Sydney's Circular Quay. Kengo belajar di Universitas Columbia di New York City dan masuk dalam Dezeen Hot List tahun lalu.

Menara apartemen bergaya "hutan vertikal" di jantung Mastery by Crown Group akan menjadi proyek hunian pertama oleh Kengo Kuma and Associates di Australia. “Kengo Kuma dan Koichi Takada memiliki gaya unik masing-masing dan etos mereka sendiri yang merupakan pemimpin sejati di bidangnya, dikenal akan kreativitas mereka. Saya merasa kolaborasi keduanya akan mengarah pada sesuatu yang baru dan unik untuk Sydney, ”kata Iwan.

Empat menara hunian lainnya yang terdiri dari tiga menara rancangan Koichi Takada Architects dan satu menara yang dirancang oleh arsitek yang berbasis di Sydney, Silvester Fuller; menambahkan perspektif lokal yang unik pada desain bangunan.“Proyek ini untuk menciptakan komunitas yang dinamis dan beragam di pinggiran kota Sydney,” tutur Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito.Total akan ada 384 unit apartemen mewah, fasilitas bergaya resor termasuk kolam renang kantilever tanpa batas yang terletak di atap, ruang olahraga dan ruang komunitas, serta area ritel di lantai dasar yang terdiri dari restoran, kafe dan pertokoan.

Dikatakan ada kolaborasi Indonesia di dalamnya karena Iwan yang baru saja didaulat sebagai Urban Taskforce Property Person of the Year 2015 di Australia ini, lahir di Surabaya yang berhasil meraih gelar Sarjana Arsitektur (Hons) dan Magister Manajemen Konstruksi dari UNSW serta dianugerahi penghargaan UNSW Eric Daniels for excellence in residential design sebelum menjadi Arsitek Terdaftar pada tahun 1993.

Bersama rekannya yang juga orang Indonesia, Paul Sathio, pada 1996 Iwan mendirikan Crown Group yang sejak itu grup properti ini memiliki proyek properti dengan nilai Rp. 50 triliun. Mastery by Crown Group menurut Iwan menciptakan pusat kota baru; komunitas yang unik di mana orang dapat bertemu, terhubung, belajar, bersantai, dan bermain bersama, menikmati kehidupan komunitas yang berwarna di daerah pinggiran kota yang sedang berkembang saat ini.

“Tujuan kami adalah untuk memberikan suasana yang hangat dan alami kepada masyarakat dengan strategi desain yang unik,” kata Kuma tentang menara hunian 19 lantainya. Ia melanjutkan pada bagian puncak menara bertransformasi dengan mulus hingga bagian teras bawah, menciptakan keintiman antara skala bangunan dan trotoar pejalan kaki.

“Atap yang membungkus façade ditutupi oleh batangan kayu yang memberi kesan hangat pada area façade. Karena seluruh facade menjadi hutan kota vertikal yang memiliki vegetasi di seluruh atap,” terang Kuma. Menurutnya, pendekatan ini menciptakan kesan lembut pada profil bangunan, dan memberikan citra baru bagi Mastery by Crown Group di wilayah Waterloo.

Arsitek kelahiran Jepang yang berbasis di Sydney, Koichi Takada, akan merancang tiga dari lima menara Mastery by Crown Group. Takada memulai karirnya di Tokyo dan pindah ke Sydney pada tahun 1997. Perusahaannya, Koichi Takada Architects, telah memenangkan banyak penghargaan untuk desain hunian, ritel dan hotel. “Ini adalah sebuah kehormatan  bagi saya untuk dapat bekerja sama dengan sensei Kuma, seorang master arsitektur Jepang. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, ”kata Takada. Menurutnya, ide ‘kemewahan hijau’ yang diangkat di setiap bangunan, menonjolkan kuatnya ‘sentuhan manusia’, ini berkat ia terus mencari inspirasi dari alam untuk mengekspresikan karakter arsitektur yang organis dan berbeda.

Mastery by Crown Group terletak di area revitalisasi Green Square di Kota Sydney; sekitar 5 km dari CBD Sydney, 3 km dari Univerity of New South Wales dan 7 km dari Bandara Sydney. Dengan lebih dari 40.000 pekerjaan yang diharapkan akan tercipta di kawasan Green Square pada tahun 2030, proyek hunian ini akan menjadi rumah bagi ratusan penduduk Waterloo ketika selesai pada 2021. Proyek ini mulai ditawarkan pada 10 September tahun ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)