Inisiatif Hooq Mendukung Konten Lokal

Dengan pencapaian 40 juta pengunduh aplikasi, Hooq terus semarakan kerja sama dengan mitra

Setelah beroperasi selama lebih dari tiga tahun di Indonesia, Hooq mencapai kemajuan positif. Per Mei 2019, aplikasi Hooq sudah diunduh sebanyak 40 juta pengguna, bersamaan dengan penjajakan kerja sama yang sedang terus dilebarkan serta inisiatif baru yang ditawarkan bagi penggunanya.

Hooq telah bekerja sama dengan hampir seluruh operator yang ada di Indonesia dan saat ini sedang proses penjajakan dengan Indosat. Selain operator, kerja sama juga sudah dijajaki dengan IndiHome, First Media, Grab, Ovo dan beberapa e-commerce yang beroperasi di Indonesia untuk ekspansi bisnisnya.

Dalam memproduksi original series, Hooq kerja sama dengan rumah produksi. Contohnya MD Pictures, Rapi Film, Star Vision serta mendapatkan suplai konten dari MNC G dan Trans Corp.

Guntur Siboro, Country Head Hooq Indonesia, mengatakan, meskipun pemegang saham bukanlah orang Indonesia, namun Hooq ingin mendorong konten-konten lokal. “Tren pengguna di Indonesia, biasanya blockbuster pasti ramai ditonton. Begitu juga dengan genre drama, horor, dan komedi,” ujarnya di Jakarta saat buka bersama dengan awak media.

Dari 40 juta yang sudah mengunduh aplikasi Hooq, 1/7-nya adalah yang sudah reguler berlangganan (berbayar), dan setelah Hooq tersedia dalam bentuk aplikasi, terjadi peningkatan traffic sebesar 20%. Guntur mengatakan, traffic menonton secara streaming biasanya banyak dilakukan pada jam makan siang dan setelah jam 9 malam.

Selain itu, menurut data yang disajikan oleh Hera Laxmi Devi S., Head of Marketing Hooq Indonesia, ternyata pengguna Hooq adalah kebanyakan dari laki-laki atau segmen older milennials dengan usia 30-35 tahun. “Jika ditarik lebih luas, pengguna Hooq berada pada umur 20-40 tahun. Secara umum, pengguna layanan Over-The-Top (OTT) memang rata-rata laki-laki dan mereka sudah mampu secara finansial,” imbuh Devi.

Tina Arwin, Head of Content Hooq Indonesia, menambahkan, target konten tahun ini adalah dengan memproduksi original series lagi sebanyak 2 title dengan genre seputar drama, horor, atau komedi. Di Hooq sendiri, sudah terdapat 350 title konten lokal (video on demand) atau setara dengan lebih dari 1000 jam konten lokal per Desember 2018.

Mulai 25 Mei hingga 15 Juni 2019, Hooq menggratiskan akses bagi penggunanya untuk menonton original series tanpa harus log-in atau mendaftarkan diri terlebih dahulu. “Tak hanya Free-To-Air (FTA), kami juga berikan akses gratis untuk menonton original series kami yang berjudul Keluarga Badak dan Cek Toko Sebelah The Series,” jelas Guntur.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
HOOQ

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)