Inovasi AkzoNobel Mengatasi Tantangan Industri Pelayaran

Pelayaran merupakan moda transportasi paling efisien. Saat ini lebih dari 85% pengiriman di dunia melalui jalur laut, sehingga menjadikan pelayaran bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Sementara itu terdapat berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri pelayaran saat ini yakni menurut data dari IMO (Organisasi Maritim Internasional) terdapat sekitar 100 ribu kapal yang menyumbangkan 3% dari total emisi gas rumah kaca.

Lalu, kapal laut juga mudah terkena korosi dan terpapar organisme laut seperti teritip yang dapat menempel pada lambung kapal dan membuat kapal bekerja lebih berat, sehingga menyebabkan peningkatan konsumsi bahan bakar. Selain itu, limbah mikro-plastik dan plastik di laut adalah sumber masalah lingkungan yang sedang menjadi perhatian, baik itu dari kalangan publik ataupun legislatif di seluruh dunia.

Dengan adanya tantangan-tantangan tersebut, industri pelayaran dituntut untuk dapat menjadi sebuah industri yang berkelanjutan. Hal tersebut kemudian mendorong munculnya upaya-upaya pengembangan inovasi di pasar pelapis untuk perkapalan.

“Maka dari itu salah satu unit AkzoNobel yakni Marine Coatings memproduksi pelapis utama untuk fouling control dan merupakan yang terdepan dalam hal teknologi pelapis yang memberikan perlindungan terhadap abrasi, kimia dan benturan baik untuk kapal baru, ataupun kapal yang sedang dalam perbaikan atau perawatan,” ujar Jeff James, Regional Commercial Director AkzoNobel Marine & Protective Coatings untuk Asia Selatan.

Bekerja sama dengan basis pelanggan global, AkzoNobel menggabungkan kemajuan dan inovasi berkelanjutan terbaru ke dalam pengembangan produk yang praktis, dengan fokus yang jelas untuk memaksimalkan laba investasi dari para pelanggan dalam pembuatan kapal dan pengoperasiannya di seluruh dunia.

“Melalui merek internasional, AkzoNobel mendorong inovasi di beberapa bidang untuk menjadikan industri pelayaran lebih berkelanjutan. Setiap tahun, ilmuwan AkzoNobel menghabiskan sekitar 160 ribu jam kerja untuk melakukan pengujian terhadap kinerja produk dan pengembangan produk,” papar Jeff James.

Adapun inovasi dan teknologi tersebut adalah Intertrac Vision (alat digital untuk industri pelayaran yang digunakan untuk menilai dan memprediksi risiko kerusakan lambung kapal dengan akurat), lalu Intersleek 1000 (lapisan fouling control terbaru dengan teknologi Lanion, yang menggabungkan bahan baku bio-renewable), lalu Intersleek 1100SR (teknologi pelepasan lendir (slime release) fluoropolimer yang berfokus pada micro fouling, dan yang terakhir adalah Teknologi UV-LED (teknologi pencegahan fouling yang revolusioner dengan menggunakan dioda pemancar cahaya ultraviolet/UV-LED).

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)