Inovasi Alat Diagnostik Hamil Portabel Pertama di Indonesia

Sejak 10 tahun yang lalu mesin CTG (cardiotocography) yang berukuran besar menjadi salah satu sebab mengapa akses penggunaannya lebih terbatas.

Inilah yang ingin diatasi oleh Sehati TeleCTG, alat medis berbasis telemedicine ini memungkinkan bidan memonitor kesejahteraan janin dan melakukan konsultasi dengan dokter. Bentuk yang ringkas dan portabel, memungkinkan karya anak bangsa ini mudah dibawa dan digunakan di daerah terpencil sekali pun.

Mengutip penjelasan di halodokter.com, CTG adalah alat yang digunakan untuk memantau denyut jantung janin dan kontraksi rahim  saat bayi dalam kandungan. Alat ini digunakan untuk melihat ada tidaknya gangguan pada bayi sebelum atau selama persalinan. Sehingga, jika ada perubahan pada denyut jantung janin maupun kontraksi rahim pada bumil, dokter dan bidan waspada dan memberi pertolongan dengan segera.

Sehati TeleCTG merupakan perusahaan teknologi medis yang membantu para ibu di daerah terpencil di Indonesia untuk mendapatkan kesempatan yang sama untuk layanan kesehatan ibu. Abraham Auzan, Co-Founder dan CPO Sehati TeleCTG mengatakan alat ini merupakan inovasi kesehatan karya anak bangsa yang mempunyai kesempatan mengenal pasar Amerika dan dunia sekaligus mendapatkan potensi pasar baru berskala internasional.

TeleCTG merupakan peningkatan dari alat medis CTG konvensional, lebih terjangkau dan portabel. "Kami menampilkan perangkat berpaten sebagai alat medis diagnostik yang pertama dan satu-satunya dari Indonesia," jelas Abraham di Kebayoran Baru (22/03/2019).

Menurutnya, alat ini adalah revolusi CTG di dunia dan hal ini akan membuat suatu perubahan signifikan untuk masa depan dunia kesehatan. Diharapkan dapat menyebarkan visi ke dunia dan menjadikan bumi sebagai tempat yang lebih sehat untuk hidup. Banyak perubahan dalam dunia kesehatan, faktor yang paling berpengaruh adalah inovasi teknologi.

Abraham juga mengungkapkan bahwa respons masyarakat AS maupun luar AS terhadap alat medis TeleCTG ini sangat positif, sehingga menambah rasa percaya diri kepada kami dan semua umpan balik selama festival berlangsung memacu semangat untuk meningkatkan kualitas.

Hadirnya Sehati TeleCTG di festival SXSW ini membawa misi besar, yakni dapat menjaring mitra strategis dalam pengembangan maupun pemasaran produk telecardiotocography berbasis portabel. "Pada hari pertama pameran kami sudah mendapatkan penawaran pertemuan lanjutan dengan salah satu NGO asal Amerika yang fokusnya kesehatan di Afrika. Juga ada perusahaan medical record yang nantinya kami bisa masuk ke dalam integrated system mereka.” tambah Abraham.

Hasil yang diperoleh mungkin dalam waktu dekat ini memang belum terasa, karena pihaknya baru pulang dari acara tersebut. Namun, dia optimistis tahun 2019 dapat dikenal lebih luas lagi di pasar global dan lebih dapat diterima di dalam negeri dalam meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu hamil di daerah terpencil.

“Kami tahun ini akan mulai mendistribusikan alat tersebut ke desa terpencil yang sudah kami tunjuk di Pulau Jawa sampai pertengahan tahun ini. Perusahaan bakal menggandeng dinas kesehatan setempat, bekerja sama dengan bidan-bidan di Puskesmas di tiap desa,” ungkapnya. 

Tak sampai di situ, perusahaan berencana untuk ekspor produk ke Vietnam dan Filipina pada akhir tahun. Dua negara ini dilirik karena mempunyai karakteristik dan isu yang sama dengan Indonesia. Menurut Abraham, tantangan ke depan adalah agar alat medis ini dapat diterima dan diaplikasikan dengan lebih baik oleh bidan dalam peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil, mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah terutama Kementerian Kesehatan, serta dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak di tahun-tahun mendatang. Selain itu perijinan untuk menembus pasar global juga mendapatkan kemudahan dari pemerintah.

Sehati TeleCTG terpilih menjadi salah satu dari tujuh startup yang menjadi wakil dari Indonesia yang ditunjuk oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) pada Festival South by Southwest (SXSW) 2019 di Austin Texas yang berlangsung 10-17 Maret lalu. 

Abraham menjelaskan bahwa ajang SXSW sebagai platform yang baik bagi para inovator muda Indonesia untuk unjuk gigi di pasar global. Peran BEKRAF sangat penting yang selalu berusaha untuk menjaring para pelaku kreatif yang telah siap dengan perangkat promosinya agar dapat menembus pasar AS dan dunia. 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)