Inovasi Bintang Toedjoe untuk Brand Extension Produknya

Direktur PT Bintang Toedjoe, Simon Jonatan.

Usia PT Bintang Toedjoe kini mencapai 71 tahun. Perusahaan  ini mengawali produksi Puyer No. 16 sejak tahun 1946 dan berkembang menjadi beberapa merek seperti Extra Joss, Komix dan lainnya. Inovasi pun telah dilakukan sejak tahun 1990 hingga Puyer Bintang Toedjoe No.16 menjadi cash cow perusahaan sampai sekarang.

Seiring perkembangan perusahaan, Bintang Toedjoe melansir produk lainnya seperti Komix di tahun 1991 dan Extra Joss di tahun 1996. Di tahun 2010 strategi jangka panjang terkait dengan tiga brand ini digalakkan. Extra Joss hadir lewat model lain seperti Extra Joss Blend, Extra Joss Nitros, dan Extra Joss Stick Pack. Komix Herbal dan Komix Lo Han Kuo juga menjadi varian terbaru dari Komix. Revitalisasi Bintang Toedjoe juga dihadirkan tetap dengan nilai heritage-nya. Alhasil munculah Bintang Toedjoe obat maag Waisan, Bintang Toedjoe Bejo untuk masuk angin, Bintang Toedjoe panas dalam.

Menurut Direktur PT Bintang Toedjoe, Simon Jonatan, langkah ini merupakan brand extension berbeda dengan diversivikasi yang biasanya memiliki produk yang bermacam-macam. “Brand-nya kami kembangkan menjadi lebih luas lagi dengan koridor atau core yang dimiliki setiap brand,” ungkapnya. Pengembangan ini Simon lakukan sejak ia masuk kembali di tahun 2010. Sebelumnya PT Bintang Toedjoe hanya mengandalkan Bintang Toedjoe untuk sakit kepala saja. Inovasi ini terjadi saat brand Extra Joss jatuh akibat hantaman kompetitor. Menurutnya,setiap produk memiliki lifecycle tersendiri, di mana ada titik jenuhnya.

Perusahaan yang telah dimiliki oleh Kalbe ini berhasil menjaga loyalitas pelanggannya dengan tetap menjaga kualitasnya sejak dulu. Word of mouth marketing menjadi bagian dalam kesuksesannya. “Kami harus tahu benar what business are you in dan target yang ingin dicapai. Namun keuntungan lainnya jika produknya obat, masyarakat umumnya akan loyal. Perusahaan obat umurnya bisa mencapai puluhan tahun,” ujarnya. Di kategori obat untuk sakit kepala puyer, Bintang Toedjoe No. 16 adalah market leader. Namu,  untuk total dari obat sakit kepala di market, merek Bintang Toedjoe No. 16 di peringkat empat. Kelebihan menjadi obat puyer menjadi keuntungan, karena sedikitnya kompetitor yang menyamai.

Market share di kategori puyer memang tidak terlalu besar jika dibandingkan total analgesik sakit kepala yang mencapai Rp1 triliun. “Market share puyer antara Rp200-300 miliar dengan persentase sekitar 80%-90%,” ungkapnya. Promosi dan distribusinya senantiasa diperkuat untuk menghadapi kompetitor. Dari total brands Bintang Toedjoe, Puyer No. 16 berkontribusi sebesar 30%. Diperkirakan di tahun ini kontribusinya akan disaingi oleh Bintang Toedjoe masuk angin yang dapat di minum setiap hari.

Pengembangan produk melalui inovasi sangat dibutuhkan agar dapat sustainable growth. Untuk itu, Bintang Toedjoe mengusung konsep brand extension sebagai misi dan DNA-nya. “Pertumbuhan profit Bintang Toedjoe berhasil mencapai double digit dengan 1.500 orang karywan. Kehadirannya dengan harga yang affordable, senantiasa berinovasi, dan menjaga kualitasnya telah menjadi bagian dari Bintang Toedjoe,” tambahnya.

 

Reportase: Yosa Maulana

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)