Inovasi dan Kreativitas Pustakawan untuk Penguatan Budaya Literasi

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando (tengah)

Perpustakaan memainkan peran penting mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, mandiri dan berdaya saing di era global. “Perpustakaan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat berkontribusi aktif mendukung pembangunan manusia sekaligus bagian dari upaya mempercepat pengurangan kemiskinan yang disebabkan karena persoalan konektifitas dengan sumber daya pengetahuan,”ucap Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando di Jakarta (21/2/2020).

Pustakawan sebagai elemen melekat dari entitas perpustakaan amat penting menentukan transfer pengetahuan untuk membentuk budaya literasi. Tanpa kemampuan literasi yang memadai, masyarakat mudah terjerumus pada informasi yang palsu dan menyesatkan. Kemampuan literasi bukan lagi sebatas baca tulis, tapi sudah dapat memaknai dan memahami segala informasi maupun ilmu pengetahuan yang diperoleh dan mengkreasi berbagai produk dan jasa.

Rakornas Bidang Perpustakaan 2020 yang dihelat selama tiga hari (25-27 Februari 2020) di Hotel Bidakara, Jakarta, dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri Prof. Dr.Tito Karnavian, Ph. D. Rakornas ini mengupas berbagai kebijakan yang dipaparkan secara bergantian Bappenas, Kemenkeu,Kemendikbud, Kemendes-PDTT, Komisi X DPR RI dan Perpustakaan Nasional. Juga, dihadiri sekitar 1.500 peserta dari seluruh dinas perpustakaan, Bappeda, berbagai forum perpustakaan, asosiasi penerbit dan profesi, pengusaha rekaman, pegiat literasi, dan para pustakawan.

Kegiatan Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2020 ini bertujuan untukmengintegrasikan dan mensinkronisasikan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca antara pemangku kepentingan pembangunan perpustakaan lintas pusat dan daerah.

Dia menambahkan, perpustakaan memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, mandiri dan mampu berdaya saing di era global. Hal ini sesuai dengan peran perpustakaan dalam mewujudkan masyarakat berpengetahuan dan berkeahlian. Oleh karena itu, perlu ikhtiar kolektif agar kegemaran membaca dan memanfaatkan layanan perpustakaan dapat menjadi bagian dari hidup keseharian masyarakat.

Rakornas Bidang Perpustakaan tahun 2020 ini mengambil tema Inovasi dan Kreativitas Pustakawan dalam Penguatan Indeks Literasi untuk Mewujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Maju. Syarif yakin kesenjangan pembangunan manusia antardaerah, khususnya pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluas harus dipersempit. Salah satu upaya mempersempit kesenjangan ialah meningkatkan akses pengetahuan ke seluruh pelosok Indonesia.

Rakornas juga mendukung proses perencanaan partisipatif yang melibatkan seluruh jajaran pemangku kepentingan di bidang perpustakaan, dengan mekanisme bottom up dan top down planning, juga sebagai wadah konsolidasi, integrasi, harmonisasi, sinkronisasi dalam rangka penguatan dan penajaman program dan kegiatan, juga membangun interaksi atau interdependensi antara para pemangku kepentingan dengan Perpustakaan Nasional RI.

Sasaran transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial tahun 2019 pada 21 perpustakaan provinsi, 60 perpustakaan kabupaten/kota dan 300 perpustakaan desa. Pada tahun 2020 ini akan
ditingkatkan menjadi 680 perpustakaan desa. "Demi ekstensifikasi dan penguatan layanan perpustakaan, Perpusnas memberikan berbagai bantuan dalam rangka penguatan dan pemerataan layanan perpustakaan yang baik di seluruh Indonesia atau Tanah Air ini," jelas dia.

Berdasarkan data Perpusnas, bantuan koleksi dan pengembangan perpustakaan telah tersebar di berbagai tempat. Untuk perpustakaan pondok pesantren ada 1.034 perpustakaan, perpustakaan desa/kelurahan tersedia sebanyak 21.281. Lalu perpustakaan lapas ada 337, perpustakaan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan Terluar) 300 dan Perpustakaan Komunitas sebanyak 720 .

Dalam upaya peningkatan kegemaran membaca sampai ke daerah 3T dan transmigrasi, Perpustakaan Nasional RI memberikan bantuan kepada perpustakaan desa berupa masing-masing buku sebanyak 450 judul/900 eksemplar dan 2 rak buku. Sampai dengan tahun 2019 telah diberikan bantuan sebanyak 300 perpustakaandesa yang tersebar dalam 33 provinsi.

Pada 2019, total Jumlah pemustaka memanfaatakan layanan perpustakaan tercapai lebih dari 8.278.503 orang. Padahal sebelumnya ditargetknya hanya mencapai 2.2 juta orang. Tahun 2019 juga jumlah perpustakaan umum yang memberikan layanan berbasis inklusi sosial sudah tersedia di 300 lokasi.

Sebagai upaya meningkatkan kegemaran membaca sampai daerah 3T, Perpustakaan Nasional RI memberikan bantuan kepada perpustakaan desa. Bantuan berupa 450 judul atau 900 eksemplar dan dua rak buku kepada setiap desa.  Sampai 2019, sekitar 300 perpustakaan desa tersebar di 33 provinsi telah menerima bantuan tersebut.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)