Inovasi DBS Hadirkan Perbankan dalam Satu Genggaman

Bank DBS baru-batu ini melakukan gebrakan inovasi di bidang perbankan. Apa gebrakan itu?


Bank asal Singapura, merilis sebuah aplikasi mobile bernama Digibank. Berbeda dengan aplikasi mobile app pada umumnya yang dimiliki oleh perbankan, aplikasi yang dibesut DBS ini lebih canggih dalam hal teknologi. Segala aktivitas perbankan bisa dilakukan dalam satu alat genggangan berupa smartphone, mulai dari melakukan aktivitas transfer, pembayaran deposito, dan pembukaan rekening.

Teknologi teranyar yang dimiliki Digibank salah satunya adalah fitur virtual assistent yang digadang-gadang bisa menggantikan keberadaan customer service ke depannya.

Nantinya, jika nasabah ingin mentransfer sejumlah uang, atau melakukan pembayaran, ia  cukup mengetikan saja kalimat perintah tersebut dalam kolom virtual assitent tersebut. Nasabah juga bisa dengan mudah membuka histori transaksi dengan bertanya spesifik tanggal tertentu semisal transaksi tanggal 21 Agustus 2017. Nantinya assiten pribadi di Digibank langsung akan menampilkan informasi yang diminta. “Virtual Assitent ini pengembangnya akan semakin luas,” ujar Leonardo Koesmanto, Head of Digibank, dari DBS Indonesia.

Adapun untuk pembukaan rekening melalui aplikasi, Digibank menjamin bahwa tingkat keamanan tersebut terjamin. Seseorang tidak bisa menyalahgunakan KTP orang lain untuk kepentingannya pribadi. Musababnya dalam pembukaan rekening, DBS punya proses verifikasi biometrik. Petugas akan mendatangi calon nasabah dan melakukan proses pengenalan identitas diri secara biometrik. Petugas tersebut lah yang nanti akan mencocokkan E-ktp dan sidik jari. “Kami bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil),” ujarnya.

Gratis Tarik Tunai 

Guna untuk menggencarkan penggunaan Digibank, DBS mengambil inisiatif besar. Bank asing itu menawarkan sejumlah keuntungan yang tidak dimiliki oleh bank-bank lain, seperti mengratiskan tarik tunai. Presiden Direktur DBS, Indonesia, Paulus Sutisna, mengatakan, hal ini dimungkinkan karena DBS tidak mengeluarkan biaya besar untuk pengadaan dan perawatan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sendiri.

Sekadar diketahui Direktur Utama Bank BCA pernah mengatakan bahwa perawatan ATM bukan hal yang murah. Ada setidaknya 22 item biaya yang harus dikeluarkan seperti penyewaan tempatnya, membayar provider satelit, membeli kertas, tinta dan sebagainya.

Lantaran DBS tidak harus mengeluarkan biaya-biaya tersebu., maka biaya yang harusnya keluar untuk hal tersebut, bisa digunakan untuk membuat program tarik tunai gratis. “DBS menargetkan bisa menjaring 3,5 juta nasabah baru dari Digibank dalam kurun waktu 5 tahun. Perseroan menargetkan perolehan Dana Pihak Ketiga dari Digibank karena tidak mendapatkan fee base income dari program tersebut,” ungkapnya.

Penggunaan teknologi juga menciptakan struktur biaya yang lebih efisien dibandingkan dengan perbankan dengan cabang fisik. Karenanya, bank bisa menawarkan nilai tambah bagi nasabah. Pertama, nasabah dapat membuka rekening tanpa saldo minimum dan tanpa dibebankan biaya administrasi, serta dapat menikmati bunga 3 persen.

Kemudian, nasabah bisa dengan mudah melakukan transfer dana dari Digibank ke bank manapun, ataupun sebaliknya. Dengan ketentuan, nilai transfer maksimal Rp200 juta per transaksi dan Rp 500 juta per hari. “Jika nasabah sedang berada di Singapura, kartu debit yang akan dikirimkan kepada nasabah digibank bisa digunakan di seluruh ATM DBS dan POSB tanpa dkenakan biaya administrasi," jelasnya.

Bagaiamana, perkataan Bill Gates yang mengatakan 'Banking is Important, Bank Are Not' semakin dekat dengan kenyataan bukan?

 

Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)