Inovasi Kata.ai untuk Kejar Pasar Asia Tenggara

CEO & Co-founder PT YesBoss Group Indonesia, Irzan Raditya (due dari kanan) bersama tim.

Platform terbaru Irzan Raditya, penggagas layanan asisten pribadi Yesboss yang sempat hits di tahun 2016, Kata.ai, berhasil mendapatkan pendanaan Seri A dari venture capital Trans-Pacific Technology Fund. Dengan dana yang didapatkannya, Kata.ai berusaha meningkatkan pelayanannya dan menargetkan pasar baru untuk bisnisnya di Asia Tenggara dan Taiwan.

Selain itu, Kata.ai mengklaim mampu meningkatkan pendapatannya sebesar 30 kali lipat dalam waktu satu tahun. Pihkanya mampu memanfaatkan secara tepat pengelolaan Artificial Intellegence (AI) untuk memperkuat interaksi brand dengan pelanggannya. Prestasi ini menjadikannya sebagai market leader AI di Indonesia. Penelitian dan pengembangan dilakukan untuk lebih memperbesar jangkauan bisnisnya ke pasar Indonesia dan Asia.

Kata.ai berusaha mengembangkan teknologi Pengolahan Bahasa Alami atau NLP (neurol language processing) dengan tujuan dapat memahami dan meningkatkan kemampuannya beroperasi dalam beberapa bahasa di luar Bahasa Indonesia. Pendanaan kali ini dipimpin oleh Trans-Pacific Technology Fund (TPTF) dan diikuti oleh perusahaan Indonesia, MDI Ventures milik Telkom Group, Access Ventures asal Korea, dan Convergence Ventures. Terlibat juga juga di dalamnya VPG Asia, Red Sails Investment, dan investor Eddy Chan.

Barry Lee, pimpinan dari TPTF dipercaya memegang posisi dewan direksi Kata.ai sesuai dengan kesepakatan. "Manajemen Kata.ai menunjukkan semangat dan kecakapan teknis  dalam industri AI. Kemampuan mereka untuk memonetisasi platform sembari menangani beberapa jenis industri telah membawa ke posisi strategis untuk pertumbuhan eksponensial,” ujarnya.. Meskipun tergolong start-up muda, Barry percaya Kata.ai telah menjadi pemimpin industri NLP Indonesia. Inilah yang menjadi alasan dirinya memberikan pendanaan Kat.ai.

Penggunaan smartphone di Indonesia rata-rata memiliki 4,2 aplikasi pesan instan dan kerap digunakan. Salah satu yang paling populer adalah Line yang diikuti lebih dari 1,6 juta pengguna. Fenomena ini dilihat Kata.ai dan Unilever dengan memanfaatkan chatbot di aplikasi Line dengan nama ‘Jemma.’ ‘Jemma’ menjadi asisten virtual yang melayani pelanggan atas nama Unilever. Chatbot yang dirancang Kata.ai telah meningkatkan engagement pengguna secara signifikan.

Melalui ‘Jemma’ interaksi dengan lebih dari 1,4 juta pengguna Line tercipta melalui sesi obrolan rata-rata yang berlangsung sekitar 4 menit bahkan hingga mencapai 2 jam. Dalam kurun waktu 8 bulan, jumlah keseluruhan pengguna yang berinteraksi dengan chatbot Kata.ai mencapai 6 juta orang. Kini, Kata.ai tengah mempersiapkan teknologinya untuk beradaptasi untuk berbagai perusahaan terdepan dalam industri telekomunikasi, perbankan, konsultan, dan retail.

Kuat di pasar lokal berbanding lurus dengan meningkatnya dana dalam perusahaan. Keberhasilan ini diharapkan juga dapat melebarkan sayap Kata.ai untuk merambah ke luar negeri. Didukung TPTF, anak usaha Kata.ai akan didirikan di Taiwan dan berkolaborasi dengan start-up teknologi disana untuk melayani pasar lokalnya. Kata.ai telah menunjukkan kemampuan meningkatkan dan menciptakan nilai bagi klien. Menurut CEO & Co-founder PT YesBoss Group Indonesia, Irzan Raditya, perusahaan yang menaungi Kata.ai, Indonesia dan Asia Tenggara menjadi pasar ideal untuk bisnis ini dengan melihat tingginya tingkat penetrasi mobile dan messaging dan perilaku pasar. “Indonesia adalah negara yang menjanjikan daripada negara lain di seluruh dunia,” ungkap pria yang sempat membangun aplikasi Rumah Diaspora.

 

 

Reportase: Herning Banirestu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)