Instellar Perkenalkan 4 Startup Jebolan Remake City Jakarta 2

Instellar berkolaborasi dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA), Crevisse Partners, dan Merry Year Social company (MYSC) kembali menyelenggarakan program Remake City Jakarta. Program akselerasi untuk startup yang kedua ini masih fokus pada tujuan mendukung social enterprise dengan potensi pertumbuhan dan semangat kewirausahaan yang tinggi, dan menghubungkan mereka dengan impact investor.

Romy Cahyadi, CEO Instellar, mengatakan, ada 30 pendaftar pada batch 2 ini, setelah melalui tahap seleksi yang meliputi business plan, financial statement, budget plan, dan penilaian dampak sosialnya, keluarlah 4 startup terpilih. Keempat startup ini kemudian mendapat dana hibah (US$15 ribu- 35 ribu) dari KOICA, dan kesempatan untuk mendapatkan investasi yang diberikan oleh Crevisse Partners.

“Perbedaannya dengan batch 1 adalah kini ada kewajiban penggunaan teknolgi digital. Penggunaan teknologi digital memungkinkan tantangan dapat ditangani secara efisien untuk menciptakan dampak yang besar, Tujuan utama dari program ini adalah untuk mendukung social enterprise dengan potensi pertumbuhan dan semangat kewirausahaan yang tinggi, dan menghubungkan mereka dengan impact investor” ujarnya.

Keempat Startup tersebut adalah Eragano, platform keuangan dan marketplace yang terintegrasi untuk petani kecil. Gandengtangan.org, memberikan bantuan kepada usaha-usaha mikro melalui platform peminjaman peer-to-peer. Kostoom, menghubungkan pelanggan dan pelaku usaha mode dengan penjahit rumahan melalui platform yang terintegrasi. WeCare.id, platform crowdfunding untuk pasien kurang mampu yang membutuhkan bantuan medis.

Eragano sebelumnya sudah pernah digandeng oleh Unilever dalam memasok cabai untuk produk Saus Samba Jawara. Stephanie Jesselyn, CEO Eragano, berencana mengalokasikan dana hibah tersebut untuk membangun station center. “Jumlah petani registered sekarang ada 400 ribu orang dan yang sudah melakukan transaksi ada 9 ribu orang. Rencana kami mau membuat station center untuk tempat-tempat pengeringan panen,” ungkapnya.

Adapun keempat startup tersebut sama-sama ingin mengalokasikan sebagian dana hibah tersebut untuk pengembangan teknologi digital terutama mobile apps. “Kostoom ingin mengembangkan marketing dan design packaging, serta tentunya pengembangan website dan aplikasi,” ujar Putry Yuliastutik, CEO Kostoom.

Editor : Eva Marha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)