Interkom Comelit Menjawab Solusi Keamanan di Smart Home

Di era digital  atau VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity) ini, kemajuan teknologi menjadi keniscyaan. Semuanya serba digital dan smart, tidak hanya smartphone, smartwatch, tapi juga smart home. Hunian tidak lagi sekadar tempat tinggal, tapi juga memberikan kenyaman, keamanan, berteknologi canggih  dan bisa dimonitor kapan saja dan dari mana saja.

Kamera CCTV di lingkungan hunian dapat terintegrasi dengan interkom Comelit

Tak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi yang pesat membuat sebuah hunian menjadi smart home atau yang biasanya disebut dengan hunian pintar, yaitu penerapan atau pengaplikasian teknologi canggih dalam sistem rumah, di mana berbagai perangkat dan sistem dalam rumah saling terintegrasi satu sama lain, serta semua kendali berada dalam genggaman.

Teknologi pintar pada smart home akan memudahkan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Menyalakan lampu, membuka pintu rumah, melihat orang yang masuk rumah tidak lagi perlu dilakukan secara konvensional, semuanya dapat dilakukan lebih mudah dan cepat menggunakan sistem yang terotomatisasi.

Dulu smart home hanya identik dengan kunci pintu digital atau dilengkapi kamera CCTV. Namun, kini berkembang lebih modern dengan perangkat interkom yang sudah terkoneksi dengan smartphone, kamera CCTV, display monitor, sehingga bisa dipantau dari luar rumah sekalipun, baik itu di luar kota, bahkan luar negeri.

Apa sih perangkat interkom? Ini adalah perangkat audio videophone  yang fungsinya tidak hanya sebagai perangkat komunikasi untuk memantau tamu yang datang, berkomunikasi dengan tamu yang ada di pintu masuk lobi apartemen, tanpa perlu turun gedung. Salah satu contohnya brand interkom Comelit menjadi sistem keamanan terpadu dan pintar yang mengombinasikan komunikasi audio video, kontrol akses, hingga sistem manajemen video di lingkungan tempat tinggal maupun fasilitas yang ada di sekitar dalam satu perangkat.

Tempat tinggal seperti apa yang layak disebut smart home atau menggunakan interkom? “Kalau dulu lebih banyak apartemen yang melengkapi rumahnya dengan smart home interkom, tapi kini sudah merambah ke landed house,” ujar Mulia Sulistiani, Marketing Executive Product Comelit kepada Swa dalam sambungan telepon hari ini (26/4/2021).

Produk interkom Comelit jadi solusi keamanan di hunian pintar

“Ketika kita ada di dalam rumah, terus dapat telepon dari seseorang yang tidak kita kenal nomornya dan penelepon ingin datang ke tempat tinggal kita. Nah, kita punya kuasa untuk menolaknya dengan bantuan alat interkom Comelit. Alat ini juga dilengkapi monitor yang menampilkan gambar orang tersebut yang akan masuk ke rumah kita,” jelas Mulia lebih lanjut. Interkom Comelit boleh dibilang  lebih canggih dari CCTV, karena CCTV umumnya tidak memiliki jangkauan suara yang jaraknya jauh dan jelas voice-nya. Sementara interkom Comelit memang dirancang sebagai alat komunikasi dua arah.

Hal itu dibenarkan oleh Amran Nukman H.D., Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI).  “Keberadaan interkom pada hunian modern tidak hanya  menjadi alat komunikasi antar tamu dan pemilik hunian. Saat ini, teknologi yang ada pada interkom membuat pemilik hunian menjadi lebih mudah dan nyaman karena berbagai perangkat yang ada di rumah dapat terintegrasi dengan alat ini,” jelasnya.

Menurut Sylvia Lionggosari, Business Unit Director Datascrip, kehadiran interkom Comelit tidak hanya memastikan sistem keamanan berjalan dengan baik, namun memberikan kenyamanan bagi penghuni, baik di rumah maupun di lingkungan apartemen. “Perangkat ini dirancang khusus sehingga segala sesuatu dapat berjalan dengan otomatis, terintegrasi, efisien dan menjadi lebih mudah. Tidak hanya kualitas produk, Datascrip menjamin layanan purnajual dari solusi pintar interkom Comelit ini," ungkap Sylvia.

Interkom Comelit dapat terhubung dengan smartphone sehingga dapat melakukan monitoring dan pengaturan dari jarak jauh melalui Comelit Apps yang ada di iOS dan Android. Salah satu fiturnya, yaitu Home Away Call Answering yang memberikan kemudahan akses untuk berkomunikasi dengan tamu yang datang, meski pemilik hunian sedang berada di luar. Ketika ada tamu yang datang di depan gerbang rumah atau lobi apartemen, pemilik rumah dapat berkomunikasi videophone melalui perangkat smartphone. Tamu juga bisa memberikan pesan video melalui interkom Comelit ini jika pemilik hunian yang dituju tidak ada jawaban atau berada di luar.

Contoh penerapan Home Away Call Answering ada di apartemen mahasiswa The Edge di Leeds, Inggris. Pengunjung disediakan panel LCD layar sentuh intuitif untuk dapat memanggil salah satu dari 131 penghuni apartemen 7 lantai ini. The Edge menggunakan Comelit’s multi-user SIP gateway untuk menghubungkan panel interkom yang ada di pintu masuk dengan telepon VoIP di kamar apartemen dan juga smartphone atau tablet mahasiswa sehingga tetap dapat berkomunikasi jika sedang berada di luar apartemen. Pengelola apartemen juga dapat dengan mudah memperbaharui data penghuni dengan software ViP Manager.

Perangkat interkom Comelit juga dapat terintegrasi dengan sistem akses yang ada di rumah. Sehingga dapat mengatur untuk membuka kunci gerbang atau pintu rumah, memberikan kemudahan tamu untuk dapat masuk tanpa harus pemilik rumah ke luar menuju gerbang atau turun ke lobi apartemen. Selain itu, memiliki fitur Elevator Acces Guidence yang dapat memandu tamu yang datang untuk dapat mengakses lift ke unit apartemen yang akan dituju.

Teknologi Face Recognition memberikan kemudahan dan kenyamanan pemilik hunian untuk membuka kunci pintu secara otomatis dengan deteksi wajah. Dengan fitur ini bisa ditambahkan pengguna baru, serta mengaktifkan atau menonaktifkan akses. Teknologi ini memungkinkan untuk pengiriman notifikasi ke smartphone berupa informasi orang yang menggunakan akses untuk masuk ke rumah. Data berupa foto, video dan waktu akses juga dapat disimpan dan berguna jika sewaktu-waktu dibutuhkan. 

Pemilik hunian juga bisa memantau situasi hunian melalui kamera CCTV yang ada di dalam atau di luar rumah. Bahkan dengan adanya fitur Public Facility Monitoring pada interkom Comelit ini akan sangat membantu pemilik hunian di lingkungan apartemen untuk memantau situasi fasilitas umum seperti tempat olahraga, taman bermain anak, food court, tempat parkir, hingga lobi gedung. Pengelola apartemen juga bisa menggunakan fitur Public Booking Facility untuk menerapkan sistem booking untuk fasilitas yang dapat dipesan sebelumnya, seperti ruang meeting atau lapangan tenis. Saat ada di luar rumah, pemilik juga bisa memantau situasi rumah lewat kamera CCTV yang terhubung dengan Comelit App yang ada di smartphone.   

Fitur Emergency Push Button juga tersedia di perangkat Comelit, sehingga hanya dengan menekan satu tombol saja, kita dapat menghubungi Security Center atau nomor telepon yang sudah tercatat jika terjadi keadaan darurat, seperti kecelakaan atau kebakaran. Terdapat juga fitur Audio Help Point yang dapat dipasang di fasilitas umum, sehingga pada saat darurat, dengan menekan satu tombol saja maka bagian-bagian terkait dapat langsung dihubungi dan memberikan bantuan segera.

Dengan desain yang modern dan elegan menjadikan interkom Comelit serasi untuk ditempatkan di salah satu sudut ruang interior ruang hunian. Dibekali teknologi dan fitur mutakhir, perangkat interkom Comelit tersedia untuk berbagai kebutuhan, dari yang berbasis analog hingga IP.

Interkom Comelit juga bisa diintergrasikan dengan sistem smart home sehingga dapat melakukan pengaturan secara otomatis mulai dari pengaturan pencahayaan, suhu ruangan, pengaturan musik di ruangan, pengaturan tirai jendela, sistem pemanas air, hingga pengaturan sistem penyiraman tanaman, cukup dilakukan dari interkom Comelit.  

Perkembangan bisnis interkom Comelit

Mulia Sulistiani menjelaskan, sejatinya alat interkom sudah lama dikenal masyarakat. Tapi, sebelumnya hanya fokus menggarap pasar apartemen. Maklum, di apartemen banyak orang lalu lalang,  antar pesanan makanan online, paket belanja online atau kurir datang bawa dokumen. Mereka tidak bisa naik langsung ke lantai unit tempat tujuan. Jadi, barang-barang kiriman itu harus ditaruh di tempat jaga satpam, dan satpam akan menginformasikan ke penghuni atau pemilik unit apartemen.

Pemilik hunian dapat berkomunikasi langsung dan melihat gambar tamu

“Sekarang interkom, khususnya Comelit sudah merambah ke landed house yang tipe cluster. Sistem cluster biasanya one way dan penjagaan ketat. Satu cluster cukup satu alat saja yang diletakkan di pos satpam, tapi di tiap rumah masing-masing juga ada alat khusus yang siap menerima panggilan atau informasi dari security cluster,” jelas Mulia.

Untuk itulah, setelah sukses memproduksi alat interkom untuk security pabrik dan gedung yang alatnya lebih kompleks, kini saatnya Comelit lebih fokus untuk perumahan (security for residential) yang alatnya lebih simple.

Saat ini penjualan Interkom Comelit sudah menjangkau pasar wilayah Jabodetabek (landed house dan apartemen), Medan (apartemen) dan Bandung (apartemen). Jadi peluang pasar masih terbuka lebar  untuk ekspansi ke kota-kota lain dan melakukan edukasi pasar.

Interkom Comelit diklaim Mulia memiliki banyak keunggulan. Comelit dilengkapi dua alat, yaitu bagian depan (entrance panel) dan di dalam rumah (internal unit). Jadi dengan alat ini kita bisa menyeleksi orang yang bisa masuk ke rumah atau apartemen kita.

Kelebihan lain, alat ini bisa terintegrasi dengan sistem pemadam kebakaran atau bahkan hiburaan karena terkoneksi dengan YouTube dan Spotify dan akses browsing Internet. “Syaratnya, meski lokasi user di mana saja bisa memonitor kondisi rumah,  yang penting dia ada akses internet,” Mulia menegaskan.

“Dengan install satu aplikasi di smartphone, jika ada panggilan kita tetap tahu dan bisa terima panggilan interkom rumah meski posisi kita ada di luar kota atau luar negeri. Jadi, pemilik rumah tidak perlu khawatir, di mana saja bisa memonitor kondisi rumahnya. Ukuran monitor 4,3 inchi hingga 7 inchi. Ada kamera dan display monitor dan tombolnya,” jelasnya.

Secara korporasi, Mulia menjelaskan, sejatinya Comelit sudah ada di pasaran sejak 60 tahun silam. Produk ini buatan negara Italia dan masuk ke Indonesia tahun 2015. Dalam kurun waktu 2015-2018 penjualan Comelit di Indonesia melalui kantor perwakilan. Dan Datascrip dipercaya sebagai pemegang brand resmi interkom Comelit di Indonesia mulai tahun 2019.

Rata-rata penjualan interkom Comelit mencapai 1.000 unit selama satu tahun. “Target hingga akhir tahun 2021, tumbuh 15-20%. Kami optimistis tercapai dengan pertimbangan sudah ada beberapa proyek yang mulai jalan, padahal di tahun sebelumnya masih di-pending,” ungkap Mulia menguraikan.

Diakui Mulia, perkembangan bisnis alat interkom ini terkait juga dengan perkembangan industri properti. Apabaila tahun 2020 saat pandemi Covid-19 baru awal masuk di negara kita, menghantam semua sektor industri, termasuk properti dan alat komunikasi, maka tahun 2021 sudah mulai ada sinar ekonomi membaik. Alhasil, properti juga mulai menggeliat dan developer pun giat membangun. Mulai dari apartemen, rumah tapak hingga bangunan komersial.

“Saat ini kami juga melakukan approach ke rumah-rumah mewah yang tidak berada dalam cluster,” Mulia menambahkan.

Strategi pemasaran interkom Comelit dilakukan melalui media sosial di Instagram dan webinar. Webinar ini mengundang para konsultan terkait properti dan pemilik rumah mewah dan lainnya.

Soal harga interkom Comelit, Mulia menyebut dibanderol mulai Rp 10 juta hingga Rp15 juta. Alat ini bisa dipakai seumur hidup dan tidak ada biaya maintenance. Layanan purna jual ada tekniksi on call dan garansi 2 tahun. Contoh jika ada kerusakan pada alat diganti baru.

Bagaimana dengan persaingan bisnis alat interkom di Tanah Air? “Banyak pemain dari negara China dan Jepang. Namun, kami dari Eropa mengutamakan kualitas dan fungsi produk . Kami tidak gentar,” ungkapnya. Betul, sudah menjadi rahasi umum, produk-produk Eropa dikenal perfeksionis, harga sedikit mahal, tapi kualitas bagus untuk jangka panjang (lifetime lama).  Ibaratnya, daripada beli  murah di awal, tapi menghabiskan biaya berkali-kali. Jadi, jatuhnya biaya juga lebih tinggi dan buang-buang energi  sang pemilik alat interkom yang sering rusak tersebut.

Ke depan, Mulia  berharap produknya semakin diterima dengan baik oleh masyarakat luas dan pengembang properti. “Semoga kebutuhan masyarakat akan rasa aman, nyaman, mudah dalam akses dan kontrol sistem serta sistem komunikasi dapat dipenuhi oleh perangkat-perangkat yang kami hasilkan saat ini,” ujarnya.

Developer pun mengakui banyaknya permintaan smart home di hunian cluster. Imron Rosyadi, General Manager Synthesis Development, menjelaskan, setiap unit di cluster Synthesis Homes menerapkan konsep smart home. “Artinya, dengan teknologi smart home membuat penggunaan energi menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Dua unit CCTV yang diinstal di garasi dan ruang tamu, saklar utama listrik, AC di kamar tamu dan kamar anak, serta panic button untuk melaporkan masalah keamanan, semua dapat diakses dalam satu aplikasi di ponsel pintar,” tutur Imron. Lokasi Synthesis Homes di Ciputat Timur, Tangerang Selatan dengan harga miliaran per unit.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)