Investasi WanaArtha Life untuk Pengembangan Energi dan Infrastruktur

Evelina Pietruschka pada World Economic Forum Davos 2018.

Asuransi lokal WanaArtha Life akan berinvestasi pada pengembangan energi terbarukan dan infrastruktur transportasi.

Investasi perusahaan ini berfokus pada pemberian pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan untuk ekonomi Indonesia melalui model Kemitraan Pemerintah-Swasta (Public Private Partnership / PPP) .

Visinya adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan pendanaan infrastruktur yang meningkat dan mendorong investasi positif oleh industri asuransi di Indonesia. Sektor energi terbarukan dan infrastruktur transportasi menjadi pilihan WanaArtha Life untuk ikut melakukan pertumbuhan ekonomi negara.

"Saat ini, kami ingin bekerja sama dengan mitra industri, institusi publik dan pemerintah . Upaya ini untuk membantu memanfaatkan keunggulan dan kesatuan, sehingga memberikan investasi penting guna memenuhi kebutuhan infrastruktur vital di Indonesia," ungkap Evelina Pietruschka, Presiden Komisaris WanaArtha Life di perhelatan World Economic Forum 2018 di Davos (23/1/2018).

Inisiatif WanaArtha Life sejalan dengan laporan dari “Meeting Asia’s Infrastructure Needs, Asian Development Bank (ADB) 2017” yang memprediksikan bahwa Indonesia akan memerlukan dana investasi infrastruktur sebesar US$1,2 triliun pada tahun 2030. Menurut Evelina, investasi ini akan menjadi tantangan utama dan juga menawarkan peluang yang cukup besar bagi industri asuransi.

Evelina mengatakan, kebutuhan infrastruktur di Indonesia sangat luas dan kompleks. Pemerintah telah membuat kemajuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun untuk mencapainya dibutuhkan kemitraan antara institusi publik dan swasta. Wawasan investasi jangka panjang dan volatilitas yang relatif rendah menunjukkan proyek infrastruktur menawarkan peluang yang menarik bagi industri asuransi.

Investasi WanaArtha Life akan lebih banyak difokuskan pada sektor pengembangan energi dan transportasi. Indonesia ingin mencapai target untuk mengurangi emisi sebesar 29% pada 2030, sesuai dengan Perjanjian Perubahan Iklim Paris. Maka dari itu pemerintah berusaha mencapai jumlah energi terbarukan sebesar 23% dan penggunaan energi terbarukan sebesar 31% dari bauran energi pada tahun 2025.

"Investasi pada energi terbarukan dan infrastruktur transportasi menjadi peluang besar untuk mendukung perjalanan bangsa menuju energi yang lebih bersih dan lebih berkelanjutan untuk Indonesia," ungkap Evelina. Dengan menawarkan opsi pendanaan alternatif untuk mengembangkan energi terbarukan dan infrastruktur transportasi, WanaArtha Life bertujuan untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)