Investree Sediakan Akses Permodalan Bagi UKM di Masa Transisi

Usaha Kecil Menengah (UKM) termasuk pihak yang terkena dampak signifikan dari pandemi Covid-19 ini. Memasuki masa transisi menuju new normal, para UKM tentu harus mencari format yang tepat untuk bisa terus berjalan. Investree, fintech lending yang juga bersinggungan dengan UKM menyatakan siap mendukung UKM agar mampu beradaptasi di fase transisi kenormalan baru.

Menurut Adrian Gunadi, Co-founder & CEO Investree, UKM akan membutuhkan inovasi dan teknologi yang dapat mendukung proses adapstasi serta penerapan kebijakan tersebut. Ia mengatakan bahwa fase ini krusial bagi UKM. Selama fase transisi, peran fintech dalam melayani kebutuhan UKM terpusat dalam inovasi melalui teknologi yang akan memudahkan kolaborasi serta peningkatan keamanan.

“Kami siap mendukung mereka untuk kembali bertumbuh dengan menyediakan akses permodalan yang lebih mudah bagi mereka,” ujar Adrian.

Ia melanjutkan, sebagai marketplace lending di Indonesia, Investree saat ini sudah menyiapkan sistem pendanaan yang komprehensif yang dapat mendukung UKM yang kesulitan dalam memperoleh pendanaan untuk menjalankan usahanya kembali dan membantu menstabilkan kembali keadaan finansial bisnis. Investree telah mempersiapkan bisnis dan menyediakan produk pinjaman yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan UKM.

Perusahaan teknologi keuangan yang telah menyalurkan total fasilitas pinjaman lebih dari Rp5 triliun ini fokus pada penyaluran pinjaman yang berdasarkan skema produk rantai pasokan seperti Invoice Financing dan Pre-invoice Financing yang sesuai dengan situasi dan keadaan UKM yang perlu beradaptasi di fase transisi ini.

Adrian menjelaskan bahwa dengan kedua produk tersebut, pelaku UKM bisa memanfaatkan tagihan yang sedang berjalan, sesuatu yang dulunya merupakan aset tidak produktif kini menjadi sumber pembiayaan. Ditambah lagi, dengan menyediakan produk berbasis invoice tersebut, Investree turut memfasilitasi permintaan yang tinggi dari instansi penyedia alat-alat kebutuhan medis untuk pengadaan di RSUP dan RSUD seluruh Indonesia melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang berkaitan langsung dengan penanganan COVID- 19.

Selain itu, Investree juga membangun kemitraan dengan rekan-rekan yang berada di ekosistem untuk untuk memudahkan penyaluran pembiayaan kepada para Borrower, menyediakan pinjaman yang semakin terjangkau dengan tingkat risiko yang lebih terukur. Investree juga sedang menghelat kampanye bertajuk #UKMTangguh yang ditujukan untuk para Borrower, agar pelaku UKM dapat memanfaatkan produk pinjaman Investree untuk melewati masa sulit akibat pandemi.

Saat ini, lanjut Adrian, Investree juga berusaha maksimal agar dana Lender tetap aman. Upaya yang dilakukan oleh Investree agar hal itu terjadi adalah dengan hanya menyediakan pembiayaan berkualitas dengan menyeleksi Borrower melalui sistem credit-scoring yang modern dan melihat kredibilitas dari Borrower serta menganalisis kemampuannya untuk membayarkan pinjaman.

“Hingga saat ini, kualitas pembiayaan di Investree masih terjaga dengan baik sehingga Lender tidak perlu khawatir,” ujar Adrian.

Adrian menegaskan, Investree percaya diri mampu terus mendukung UKM-UKM yang sedang kesulitan karena bisnis Investree tetap stabil bahkan meningkat. Tercermin dari peningkatan angka pinjaman yang disalurkan dibandingkan dengan sebelum kasus Covid-19 pertama diumumkan yaitu pada tanggal 2 Maret 2020. Terhitung sejak awal bulan Maret hingga akhir April 2020, terjadi kenaikan rata-rata per bulannya sebesar 6% dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kami optimis Investree mampu dukung UKM Indonesia yang bisnisnya terdampak pandemi COVID-19 dan membantu mereka stabilkan kembali keadaan finansial bisnis,” tambah Adrian.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)