Jabsen & Jessen Perkenalkan Malt ke Pasar Indonesia

Food (source: smart-money.co)

PT Jabsen & Jessen Ingredients Indonesia (JJII) berencana untuk melebarkan penjualan minuman serbuk Malt ke pasar Hotel, Restaurant, dan Café (Horeca) dan pasar B2C di Indonesia. Sebelumnya, perusahaan hanya memasok ke sektor manufaktur besar seperti Garuda Food.

Rencana ini disampaikan Soenke Gloede, Presiden Direktur Jabsen & Jessen Ingredients Indonesia di Jakarta. Dia mengatakan potensi untuk memperkenalkan Malt sebagai minuman alternative selain kopi dan teh sangat terbuka lebar di pasar Horeca maupun B2C. ”Kami melihat Malt memiliki potensi yang besar untuk menjadi alternatif minuman selain kopi dan teh. Dalam waktu dekat ini kami akan memasarkannya ke Horeca, kemudian ke pasar B2C. Tentunya untuk B2C sendiri nantinya akan mengalami penyesuaian, seperti dari segi formula dan kemasan. Untuk strategi, khususnya penjualan B2C, kami akan menjual via online melalui platform e-commerce,” ujarnya.

Hal ini dilakukan mengingat pertumbuhan e-commerce yang semakin pesat pada tahun-tahun belakangan. Data We Are Social menunjukkan, persentase masyarakat indonesia yang membeli barang dan jasa secara online dalam kurun waktu sebulan di 2017 mencapai 41% dari total populasi, meningkat 15% dibanding tahun 2016 yang hanya 26%.

Malt Time dan Crunch sendiri sudah dipasarkan di Thailand melalui jaringan Café Amazon dan platform e-commerce. “Di Thailand kita sudah masuk ke jaringan café Amazon yang selalu ada di setiap pom bensin di sana, jumlahnya ribuan,” ujarnya menambahkan.

Tahun ini, JJII menargetkan penjualan sebesar Sin$ 55 juta - 60 juta atau tumbuh sebesar 8%-10% dibandingkan tahun lalu. Dari ke-6 lini bisnis milik JJII, Food and Beverage ditargetkan dapat menyumbang sebesar Sin$7,5 juta hingga 8 juta.  Adapun lini bisnis yang dimiliki perseroan saat ini meliputi plastik dan  rubber,dan lainnya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai kemungkinan untuk membuka pabrik ingredients di Indonesia, pihaknya masih melihat peluang dan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia. "Saat ini kami masih melihat peluang, keberlanjutan bisnis, dan keuntungan yang kami dapat jka berinvestasi disini. Namun, saat ini kami sudah memiliki manufaktur di Indonesia, yakni pembuatan crane dan gondola di Surabaya," ujarnya menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)