Jack Ma: Internet Diciptakan untuk Negara Berkembang

Foto: Courtesy Bank Dunia

Jack Ma, Pendiri Grup Alibaba, menegaskan bahwa internet diciptakan untuk negara berkembang. Hal itu diungkapkan ketika Jack Ma berdialog dengan Presiden Grup Bank Dunia, Jim Yong Kim pada sesi pleno “Disrupting Development: Digital Platforms and Innovation”, Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018, Bali (13/10/2018).

Jim Yong Kim bertanya apakah model ini Alibaba yang sukses di China bisa diterapkan di negara seperti Afrika dan Asia Selatan untuk perkembangan digital? “Waktu itu, dengan tidak adanya infrastruktur, para wirausaha seperti kami memiliki kesempatan untuk membangunnya. Menurut saya, internet diciptakan untuk negara berkembang,” jelas Jack Ma.

Menurut Jack Ma, entrepreneurship (kewirausahaan) adalah salah satu dari “Tiga E” untuk perkembangan digital, di mana dua lainnya adalah education (pendidikan) dan e-government(kegiatan pemerintahan berbasis internet). Ia juga menambahkan bahwa setidaknya, beberapa infrastruktur seperti logistik dan teknologi, harus disiapkan agar para wirausaha dapat memulai bisnisnya. Akan tetapi, para pebisnis pemula ini juga masih membutuhkan pelatihan serta regulasi yang mendukung pertumbuhan bisnis mereka.

Di bidang edukasi, Alibaba Business School dan Perserikatan Bangsa-Bangsa bidang Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development atau UNCTAD) meluncurkan “e-Founders Initiative”.

Pelatihan intensif selama dua minggu yang dilakukan di kantor pusat Alibaba di Hangzhou ini membekali para pelaku wirausaha dengan informasi seputar cara meningkatkan kemampuan untuk e-dagang, sistem logistik dan pembayaran melalui ponsel, serta pemanfaatan data untuk memahami preferensi konsumen. Program ini berencana untuk memberdayakan 1.000 wirausaha di negara berkembang dalam lima tahun ke depan.

Di bidang pemerintahan, Jack Ma mendukung pertumbuhan Electronic World Trade Platform (eWTP) yang merupakan gerakan dari berbagai pemangku kepentingan yang bertujuan untuk memudahkan usaha kecil menengah untuk berpartisipasi dalam perdagangan global dan berkontribusi kepada perkembangan ekonomi digital.

Keputusan Jack Ma untuk pensiun di usia 53 tahun memang jarang dilakukan kebanyak orang. Baginya, tantangan ke depan hanya bisa dijawab oleh generasi muda. Alhasil, dia lebih memilih mendedikasikan waktunya menjadi guru untuk mengajar bisnis anak muda mellaui program yang dikemas bersama Bank Dunia mengubah nasib Afrika. “Saya terlalu tua untuk menjalankan Alibaba, tetapi masih cukup muda untuk mendidik wirausahawan,” ujar Jack Ma menegaskan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)