Jajaki Pasar Eropa, Ini Strategi Viva Cosmetics

Pelopor industri kosmetik tropis asal Surabaya, PT Vitapharm atau yang lebih dikenal dengan Viva Cosmetics melirik pasar baru di luar negeri. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 57 tahun lalu ini akan menjajaki pasar Eropa dengan ikut ambil bagian dalam peragaan busana La Mode Sur La Seine pada 29 September 2019 mendatang di Paris, Perancis.

Mengusung riasan Beauty Natural Glowing, Viva Cosmetics akan digunakan sebagai make up resmi dari model yang tampil untuk 18 desainer Indonesia. Yusuf Wiharto, Direktur PT Moga Djaja, perusahaan distribusi Viva Cosmetics untuk wilayah Timur, menyebut, produk yang akan digunakan telah disesuaikan dengan iklim dan hawa di Paris yang saat ini memasuki musim gugur.

Untuk itu, pihaknya sengaja membawa nuansa musim gugur yang hangat dengan paduan warna oranye, kuning, dan merah sehingga memberikan kesan natural yang glowing. Nantinya tim Viva akan merias 40 model dengan target satu model lama make-up dan hair do sekitar 7-10 menit.

"Semua art make up (MUA) kami bersertifikasi kompetensi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan minimum bersertifikasi level 2 sehingga mereka bisa mengetahui jenis wajah, karakter wajah, serta kulit," ujarnya pada SWAOnline usai menghadiri konferensi pers La Mode Sur La Seine di Jakarta, Jumat (20/09/2019).

Dia menambahkan, keikutsertaan pihaknya dalam ajang ini merupakan bentuk brand awareness dan untuk membuktikan bahwa produk asli Indonesia memiliki mutu dan kualitas yang baik.

"Kami ingin membuktikan bahwa Viva yang selama ini konsisten dengan menggunakan visi dan misi 3 Mu, Mutu dengan kualitas yang baik, Mudah dijangkau, dan Murah sehingga dapat diterima oleh masyarakat Indonesia dan luar negeri," kata Yusuf.

Selain itu, keikutsertaan ini juga diakui Yusuf sebagai bentuk penelitian Viva sebelum menjangkau pasar Eropa. Sebab kata dia, memasarkan produk ke luar negeri memang membutuhkan pengamatan yang mendalam untuk mengetahui karakter masyarakat dan kecocokan produk yang akan dipasarkan. "Tentu di sana hawanya beda, disana kering sedangkan di Indonesia lembab sehingga yang membedakan dari moisturizer-nya," tambahnya.

Namun, kata Yusuf, kontribusi ekspor Viva saat ini masih terbilang rendah. Ia pun berharap dengan keikutsertaan pihaknya dalam berbagai ajang peragaan busana seperti La Mode dapat meningkatkan nilai ekspor Viva.

"Ekspor kami kurang dari 10% sehingga saat ini kami sedang memfokuskan diri ke dalam negeri," tuturnya yang menargetkan tahun depan angka itu akan meningkat hingga 10%-20%.

Sebelumnya tim dari Viva Cosmetics ini juga sukses dalam Festival Indonesia Moskow yang dihelat KBRI pada Agustus lalu di Rusia. Ke depan dengan semakin seringnya ikut event dunia ini, Yusuf berharap Viva Cosmetics akan lebih dikenal warga dunia.

Saat ini pangsa pasar Viva Cosmetics untuk face care lebih dari 50%. Adapun make up seperti pensil alis sekitar 70-80%. Hingga September ini juga Viva telah mengeluarkan 6-7 produk baru dan rencananya menjelang akhir tahun Viva akan mengeluarkan produk serum serta bulu mata.

"Kinerja dari Januari-Juni 2019 dibandingkan tahun lalu cukup baik ada peningkatan double digit, target akhir tahun semoga dari Semester I tetap berlanjut," harap Yusuf.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)