Jakarta Targetkan Penanaman Investasi Daerah Rp1.000 Triliun di 2023

Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta berencana memperbaiki layanan birokrasi di sektor penanaman modal dan perizinan di DKI. Hal ini dilakukan untuk lebih memudahkan masyarakat dan menarik minat investor untuk masuk ke Jakarta.

Dalam layanannya, DPMPTSP pemprov DKI telah memberikan beberapa inovasi pelayanan berbasis teknologi seperti, izin mendirikan bangunan yang dapat selesai dalam waktu 3 jam, arsitek gratis, antar jemput izin bermotor, mobile service unit, mal pelayanan publik, PTSP goes to mall, fast track, dan one day service.

Edy Junaedi, kepala DPMPTSP  Pemprov DKI, mengatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kinerja sesuai dengan amanat undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik. “Undang-undang ini mengatur tentang kewajiban negara dalam melayani setiap warga dan penduduk untu memenuhi kebutuhan dan hak dasarnya dalam kerangka pelayanan publik, maka kami akan upayakan hal itu.” ujarnya.

Edy menambahkan, di tahun ini DPMPTSP menargetkan realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) dapat menembus angka Rp100 triliun dan diproyeksikan dalam 5 tahun mendatang dapat meraup hingga angka Rp1000 triliun.

Sementara itu, Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, optimistis Pemerintah DKI akan dapat mencapai angka tersebut. Hal ini dipicu oleh telah dibangunnya infrastruktur yang memadai. “Sudah 2 bulan terakhir ini banyak investor mancanegara yang melakukan kunjungan bisnis. Jika semua perijinan, kemudahan dalam berbisnis, pemberian insentif, dan kemudahaan transportasi sudah dijalankan dengan baik. Maka diharapkan dalam 5 tahun ke depan, tahun 2023, kami dapat menggalang hingga Rp1.000 triliun,” kata dia.

Lebih lanjut Sandi memaparkan, Indonesia dan Jakarta sudah menjadi tujuan investasi mancanegara, karena ada beberapa sektor yang kian berkembang, khususnya yang  berhubungan dengan teknologi, ekonomi kreatif, dan industri halal.

“Aktivitas berbasis online, transportasi, pergudangan, ekonomi kreatif, industri halal, syariah ekonomi sedang berkembang sekarang. Sudah seharusnya kita menggunakan momentum yang positif ini untuk mencari investasi dan tentu hasil akhirnya adalah menciptakan lapangan pekerjaan. Nah, untuk mencapai hal ini, kita akan mempermudah perizinan dan mempermudah penerbitan surat keterangan usaha melalui pergub,” tegasnya.

Selain itu, DPMPTSP juga akan menyelenggarakan perizinan secara elektronik dari tingkat kelurahan hingga provinsi. Lebih jauh untuk pelayanan investasi, pihaknya juga akan menyediakan Jakarta Investment Center (JIC) untuk mempromosikan peluang investasi non-APBD dan mempromosikan kerjasama pemerintah badan usaha pada proyek-proyek prioritas dan potensial pemerintah. "JIC nantinya juga akan didukung oleh Investement Qualified Consultant yang akan membantu proses perzinan," ujar Edy

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)