Jazz Gunung Bromo Targetkan 2.000 Penonton

Bertempat di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Jazz Gunung Bromo kembali digelar untuk ke-8 kalinya. Jazz Gunung Bromo menyuguhkan hal yang berbeda dibandingkan pagelaran musik Jazz yang lain menggabungkan konsep budaya musik dengan kekayaan alam. Diselenggarakan di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut sehingga penonton bisa menikmati pemandangan gunung Bromo sembari menikmati alunan musik Jazz. Berdekatan dengan hari kemerdekaan Indonesia, Jazz Gunung Bromo tahun ini mengangkat tema Pesta Merdeka di Puncak Jazz Raya. Penonton akan disuguhi oleh penampilan dari musisi Jazz dan musisi tradisional khususnya dari Probolinggo.

Tahun lalu, Jazz Gunung Bromo dihadiri oleh 1.800 penonton dan tahun ini, ditargetkan akan ada 2.000 penonton yang akan datang. “Kapasitas Amfiteater ini memang hanya 2.000 penonton saja karena tempatnya di tepi tebing dan jika terlalu banyak penonton dikhawatirkan kebersihan tempat malah tidak bisa dijaga,” ujar Sigit Pramono, Penggangas Jazz Gunung Bromo.

jazz gunung

Mengulang kegiatan tahun lalu, di tahun ini program Sahabat Bromo kembali diadakan. Penonton bisa berpartisipasi untuk menjaga kelestarian dan juga kebersihan di taman nasional Bromo. Penonton yang berpartisipasi di program ini akan mendapatkan tiket kelas Festival untuk 2 hari, tenda, kantung tidur, makan, fasilitas MCK, akses masuk ke taman nasional bromo, dan alat pendukung kebersihan seperti sarung tangan, masker, dan kantung sampah.

Sigit mengatakan, salah satu tantangan dalam menyelenggarakan Jazz Gunung Bromo ini adalah sulitnya mendapatkan sponsor. “Kuota penontonnya kan terbatas, tempatnya juga jauh di atas gunung bukan di kota jadi sulit untuk mendapatkan sponsor. Jadi pendekatannya pun harus agak idealis,” ujarnya.

Beruntung PT Bank Central Asia Tbk (BCA) setia menjadi sponsor Jazz Gunung Bromo sejak Jazz Gunung Bromo tahun ketiga. “Kami tidak mau dipersepsikan sebagai mesin ekonomi saja. Kami memiliki program Bakti BCA di bidang budaya sebagai salah satu komitmen kami untuk mendukung musisi dan kebudayaan Indonesia agar terus dikenal masyarakat luar,” ujar Santoso, Direktur BCA.

Pagelaran musik yang diadakan tanggal 19-20 Agustus ini menawarkan 3 jenis tiket; Festival yang dijual dengan harga Rp 350 ribu, VIP Rp 500-600 ribu dan VVIP  Rp 1 juta. Tersedia juga paket tiket Jazz Gunung Bromo dengan akomodasi berupa transportasi dan penginapan. Menjelang hari H, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo mencatat pemesanan hotel di kawasan Tengger sudah mencapai 50%.

Beberapa musisi yang mengisi acara tahun ini antara lain Ian Scionti Trio (dari Spanyol), Samba Sunda, Ring of Fire Project dengan Bonita&Ricahrd Hutapea, Ermy Kullit, Shaggy Dog, Nial Djuliarso Trio, Peni Candra Rini, The Groove, dan Dwiki Dharmawan Project. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)