JEC Biayai Operasi 910 Penderita Katarak

Data Departemen Kesehatan RI menyebutkan katarak menjadi penyebab 50% kebutaan di Indonesia dan setiap tahun diperkirakan kasus baru buta katarak bertambah sebesar 0,1% dari total jumlah penduduk. Sementara itu, kemampuan mengurangi jumlah penderita buta katarak melalui operasi baru mencapai 180.000 per tahun, sehingga setiap tahun selalu terdapat peningkatan backlog katarak sebesar lebih kurang 70.000.
JEC
Sejalan dengan visi pemerintah Indonesia mewujudkan tahun 2020 bebas buta katarak, Gerakan Matahati dan Jakarta Eye Center (JEC) melakukan Kick Off 910 Operasi Katarak Gratis di RS Mata JEC Kedoya, Jakarta Barat. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian operasi katarak bagi 910 penderita katarak dalam rangka peringatan sewindu Gerakan Matahati dan ulang tahun ke-91 salah satu pendirinya, Pandji Wisaksana.

Presiden Direktur JEC Korporat & Direktur Utama JEC Kedoya , Dr. Johan A. Hutauruk, mengatakan, katarak atau kekeruhan lensa mata masih menjadi salah satu penyebab kebutaan terbanyak di dunia, diperkirakan setiap tahun ada satu penderita baru katarak di antara 1.000 orang. Ditambah lagi keberadaan Indonesia sebagai negara tropis, menjadikan penduduknya memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan penduduk di daerah subtropik.

Sebagai pusat layanan kesehatan mata  yang diklaim paling modern dan terlengkap di Indonesia, JEC selalu menyambut baik keterlibatan dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan kali ini,  bermitra dengan Matahati yang tengah merayakan ulang tahunnya.

“Kami berharap ke depannya akan semakin banyak mitra kerja yang turut mendukung kegiatan ini, sehingga dapat mempercepat tercapainya visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas buta katarak,” tambah dokter Johan.

Gerakan Matahati merupakan lembaga yang mengupayakan pelaksanaan operasi bagi penderita katarak yang tidak mampu secara gratis. Dalam pelaksanaan 910 Operasi Katarak Gratis ini, Matahati bekerja sama dengan beberapa lembaga dan mitra lainnya, yang salah satunya adalah JEC. Selain Jakarta, kegiatan ini akan berlangsung di beberapa kota secara bertahap hingga tercapai 910 orang.

Ketua Pelaksana Matahati, Wandi S. Brata, mengatakan, Gerakan Matahati merupakan kegiatan rutin yang membantu pelaksanaan operasi katarak bagi masyarakat tidak mampu sejak awal berdirinya pada tahun 2008. Sampai dengan Maret 2016 Matahati telah melakukan 14.825 operasi bagi sekitar 18.025 pasien tidak mampu. Bahkan Salah satu pendiri Matahati, Pandji Wisaksana, turut berkontribusi dalam kegiatan 910 Operasi Katarak Gratis ini, sebagai bentuk syukur memasuki usia ke-91 dan hari jadi ke 70. .

“Kami ingin berbagi kasih kepada mereka yang memerlukan tindakan operasi katarak, sebagai peringatan momen spesial ulang tahun saya ke-91 tahun dan pernikahan kami ke-70. Harapan kami, kegiatan 910 Operasi Katarak Gratis dapat meningkatkan kualitas hidup pasien penderita katarak dan tentunya turut mendukung visi Gerakan Matahati dan pemerintah,” ujar Pandji

Sebagai RS Mata yang telah mendapatkan standar Joint Commission International (JCI) dari AS, tentunya JEC Kedoya menerapkan layanan kesehatan mata berstandar internasional dalam setiap pelaksanaan tindakan operasi – mulai dari tahap pra, intra hingga pasca operasi.

Dr. Setiyo Budi Riyanto, Ketua Service Katarak dan Bedah Refraktif JEC, dan Direktur Utama JEC Menteng, mengungkapkan bahwa standar pelayanan internasional ini juga berlaku dalam pelaksanaan Bakti Katarak kali ini.

“Penerapan teknologi terkini dalam prosedur operasi mempercepat proses pengangkatan katarak dan waktu pemulihan pasca operasi yang relatif lebih singkat,” tambah Setiyo menutup pembicaraan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)