Jelang Idul Adha, ACT Siap Salurkan Hewan Kurban di 37 Negara

Pada hari raya Idul Adha 2021 ini, Global Qurban-ACT terus mematangkan ikhtiar untuk menjangkau sebanyak-banyaknya penerima manfaat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan. Tidak hanya di dalam negeri, ikhtiar ini pun juga sampai hingga ke berbagai negara yang tengah mengalami krisis kemanusiaan.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT menerangkan, tim Global Qurban ACT untuk implementasi mancanegara sudah menyiapkan kandang hewan kurban di 37 negara yang menjadi target distribusi Global Qurban-ACT tahun ini. Negara-negara tersebut adalah negara yang mengalami berbagai permasalahan kemanusiaan, negara dengan muslim menjadi minoritas, negara yang menampung pengungsi, dan negara-negara yang memiliki PDB (Produk Domestik Bruto) di bawah Indonesia.

"Kandang-kandang sudah banyak yang terisi hewan dengan kondisi sehat dan gemuk. Masyarakat sekitar juga ikut andil dalam merawat. Nanti mereka juga akan ikut membantu dalam proses penyembelihan dan distribusi ke rumah-rumah warga," ujar Firdaus.

Lebih lanjut, Firdaus menuturkan, hewan-hewan kurban dibeli langsung oleh peternak lokal. Dengan begitu, manfaat kurban bukan hanya untuk masyarakat penerima kurban tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi di daerah pengurbanan.

Nantinya, tiap keluarga penerima manfaat akan menerima dua hingga tiga kilogram daging berkualitas dari Global Qurban-ACT. Banyaknya daging yang diberikan bergantung dengan kultur dari daerah tersebut. "Kalau misal di daerah tersebut, mereka biasa menerima dua kilogram, maka kita berikan sesuai dengan kebiasaan di sana," tutur Firdaus.

Masyarakat internasional pun menyambut baik aksi ini. Mohammad Abuheyder, yang merupakan relawan ACT di Yaman mengatakan, warga Yaman banyak yang sudah lama tidak memgkonsumsi olahan daging. Dengan distribusi daging kurban masyarakat Indonesia, mereka akhirnya bisa kembali merasakan menu daging bergizi.

"Sapi, kambing, dan unta yang akan disembelih selama perayaan Iduladha ini dihimpun oleh masyarakat Indonesia. Nanti akan dibagikan kepada masyarakat prasejahtera atau masyarakat yang paling rentan, seperti masyarakat terlantar dan terpinggirkan, yang tidak mampu membeli daging. Dengan bantuan ini, anak-anak di sini akan merasakan perasaan yang sama dengan anak-anak berkecukupan di negara lain," jelas Abuheyder.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)