Jelang Nataru, Omzet Pengusaha Cokelat dan Kartu Ucapan Naik Drastis

Tissa Aunilla pemilik usaha Pipiltin Cocoa (Kedua dari kanan).

Momen Natal dan Tahun Baru memicu peningkatan transaksi berbagai produk. External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengungkapkan, masyarakat banyak membeli parsel, kue kering dan produk berkaitan dengan Natal belakangan ini.

“Terbukti dari adanya peningkatan transaksi produk berkaitan dengan Natal sebanyak hampir 3x lipat dibandingkan dengan periode sebelumnya,” ungkap Ekhel.

Momen ini juga dimanfaatkan oleh pegiat usaha lokal Pipiltin Cocoa dan Harvest. Tissa Aunilla (42) pemilik usaha Pipiltin Cocoa, mulai fokus memanfaatkan platform digital Tokopedia sejak Maret 2020. “Omzet kami menurun lebih dari 50% karena pandemi. Kami akhirnya mengubah strategi penjualan menjadi online agar bisnis tetap berjalan,” ungkap Tissa.

Tissa dan Irvan Helmi, mitra bisnisnya di Pipiltin Cocoa, kini bekerja sama dengan kurang lebih 1.000 petani cokelat di berbagai daerah di Indonesia. Ia konsisten mengedukasi dan memberdayakan petani lokal agar bisa terus meningkatkan kualitas produksi. Menurutnya, cokelat hasil petani lokal juga mampu bersaing dengan buatan luar negeri.

“Karena biji cokelat yang kami gunakan 100% diperoleh dari petani lokal, artinya masyarakat yang membeli produk kami juga turut menyejahterakan petani lokal. Dukungan seperti ini diharapkan bisa semakin memotivasi petani untuk terus mengembangkan potensi cokelat lokal,” katanya.

Menyambut Natal, Pipiltin Cocoa menyediakan beragam produk yang dapat dijadikan pilihan masyarakat untuk merayakan momen spesial. Tissa menyebut, di momen Natal, penjualannya bisa meningkat lebih dari 4x lipat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Tidak hanya cokelat, kertas kado dan kartu ucapan juga menjadi produk paling laris menjelang natal dan tahun baru. Hal ini diakui Vendy Satria (29), penerus usaha kartu ucapan Harvest.

Ia mengungkapkan, karena pandemi, omzet penjualan Harvest secara offline menurun drastis hingga 90%. Bahkan pihaknya terpaksa melakukan pengurangan karyawan. Namun, kehadiran platform digital dinilai sangat membantu usahanya beradaptasi dengan pandemi, menjangkau lebih banyak pembeli, dari Aceh hingga Papua. Kini omzet perlahan naik dan lebih dari 65% penjualan online Harvest berasal dari Tokopedia.

"Selain berbisnis, Harvest juga rutin membagikan donasi berupa paket alat tulis bagi anak-anak difabel dan sejumlah panti asuhan," katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)