Jelang Pilpres, Investor Khawatirkan Ekonomi Global Ketimbang Risiko Politik

Mendekati Pemilihan Presiden (Pilpres) pada April mendatang, atmosfir politik semakin memanas. Banyak pihak yang khawatir tingginya tensi politik ini memengaruhi perekonomian. Namun, kondisi politik tersebut nyatanya tidak berpengaruh.

Para investor institusi justru masih optimistis dengan ekonomi dan pasar uang dalam negeri hingga tiga bulan ke depan.

Hal ini tercermin dari hasil survei Katadata Investor Confidence Index (KICI) Kuartal I 2019 yang diluncurkan oleh Katadata Insight Center (KIC), yang menunjukkan bahwa 40,1% investor institusi lebih menjadikan kondisi ekonomi global sebagai faktor risiko yang paling mengkhawatirkan daripada faktor politik domestik menjelang Pilpres 2019.

Kekhawatiran ini terungkap dari hasil survei kepada 172 investor institusi yang terdiri dari manajer investasi, asuransi, dan dana pensiun yang mengelola dana lebih dari Rp 500 triliun. Survei tersebut dilakukan melalui interview telepon dan e-mail pada Desember 2019.

Panel Ahli Katadata Insight Center, Damhuri Nasution menjelaskan, KICI menggunakan metode indeks difusi yakni X = % jawaban positif - % jawaban negatif + 100. Adapun rentang 0-99 menunjukkan investor pesimis, 100 netral, dan 101-200 berarti investor optimis terhadap kondisi pasar keuangan.

“Dari hasil survei menunjukkan indeks KICI berada pada level 139, 1. Angka ini menandakan bahwa sebagian besar investor institusi optimistis melihat kondisi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia pada saat ini dan tiga bulan ke depan,” ujarnya.

Indeks tersebut merupakan gabungan antara Indeks Situasi Sekarang (ISS) yang berada pada level 137,1 dan angka indeks ekspektasi pada level 140,5. Lebih lanjut, Damhuri menuturkan, Dana Pensiun lebih optimis dibandingkan Manajer Investasi dan Asuransi dalam melihat prospek tiga bulan ke depan.

Saat ini ISS Manajer Investasi berada pada level 139,6, diikuti Asuransi pada level 139,7, dan Dana Pensiun pada level 133. “Faktor risiko yang dikhawatirkan tersebut disebabkan kondisi ekonomi global yang saat ini cenderung melambat seiring dengan perang dagang normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat.”

Oleh karena itu, sebanyak 47,7% investor akan mempertahankan proposi portofolio sahamnya seperti semula. Sedangkan, sebanyak 37,8% investor tetap akan memperbesar investasi saham dalam tiga bulan mendatang. Sebaliknya, hanya 14,5% yang akan mengurangi saham.

Bersamaan dengan itu, hasil survei KICI menunjukkan bahwa saat survei dilakukan (Desember 2018) 66,3% responden menyatakan kondisi politik masih kondusif. Begitupun untuk tiga bulan kedepan, sebanyak 54% responden menyatakan bahwa kondisi politik masih tetap kondusif sangat stabil dan stabil.

Sebagian besar (84,3%) investor pun optimis untuk tiga bulan ke depan IHSG akan naik, dan 44,2% responden tersebut memperkirakan kenaikannya lebih dari 3%. Sementara, 15,7 responden memperkirakan IHSG akan turun.

Adapun faktor risiko yang dikhawatirkan lainnya adalah kondisi politik domestik sebanyak 25,6%, kondisi keamanan sebanyak 20,3%, kondisi ekonomi dalam negeri sebanyak 4,1 %, serta geopilitik sebanyak 9,9%.

Sementara, KICI adalah indeks yang menggambarkan keyakinan investor institusi terhadap ekonomi dan pasar keuangan untuk kondisi saat ini dan 3 bulan ke depan. Tujuannya adalah menjaring persepsi investor institusi mengenai kondisi terkini, prospek ekonomi domestik dan global, kinerja pasar saham, prospek nilai portofolio, serta kemungkinan penambahan investasi di pasar keuangan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)