Jembatan Emas Dukung Permodalan Usaha UMKM Binaan BNN

Heru Winarko Kepala BNN (ke empat dari kiri), dan Robert Rompas CEO Jembatan Emas (kedua dari kanan) disela-sela
penandatanganan perjanjian kerjasama antara Jembatan Emas, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Doku, dan JNE, untuk mengembangkan platform e- commerce TokoStopNarkoba.com. 

Untuk mengembangkan platform e-commerce TokoStopNarkoba.com, BNN menggandeng Jembatan Emas yang akan berkontribusi dalam mendukung dan membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Binaan BNN  yang jumlahnya lebih dari 93 ribu pelaku UMKM dan tersebar di 654 lokasi di Indonesia dengan bantuan permodalan berdasarkan crowdfunding melalui platform www.JembatanEmas.id. 

TokoStopNarkoba.com merupakan platform e-commerce yang menjual barang-barang hasil produksi Masyarakat Binaan BNN yang semula dijual hanya secara offline. Dengan adanya online marketplace ini diharapkan penjualan dan pemasaran hasil produksi dapat lebih dikenal dan dijangkau oleh masyarakat luas baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Menurut Kepala BNN Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko, S.H kerjasama ini, selain memberdayakan masyarakat juga membantu melindungi masyarakat dari penyalahgunaan narkoba di 117 area. “Selama ini tidak pernah ada industri keuangan (Bank, BPR, Multifinance, dan lain-lain) yang mau melirik UMKM Masyarakat Binaan,” katanya.

Diakuinya, Jembatan Emas datang sebagai alternatif kebutuhan dana untuk para UMKM Masyarakat Binaan sehingga mereka dapat memulai produksi atau bahkan meningkatkan hasil produksinya. Karena Masyarakat Binaan ini bukan hanya merupakan tanggung jawab BNN atau pemerintah semata tetapi juga masyarakat luas, sehingga peran swasta sangat dibutuhkan.

Mengingat, UMKM binaan BNN dalam memulai usaha maupun meningkatkan usahanya tidak terlepas dari peran semua pihak, sehingga tidak hanya mengandalkan peran pemerintah tetapi juga pihak swasta. 

Jembatan Emas berperan aktif dalam membantu masyarakat binaan dalam hal permodalan. Hal ini juga sesuai dengan visi dan misi Jembatan Emas untuk berperan aktif dalam meningkatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia dan mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Sebab selama ini platform fintech lending dipandang jelek dan mendapatkan konotasi buruk di kalangan masyarakat. Misalnya  para debt collector yang melakukan tindak kejahatan dan intimidasi dalam proses penagihan, mempermalukan peminjam dengan menyebarluaskan data-data pribadinya, dan masih banyak lagi. 

Tetapi dengan Jembatan Emas, pihaknya ingin merubah konotasi negatif itu menjadi positif, dan membuktikan bahwa fintech lending adalah perusahaan yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi masyarakat. Caranya dengan memberikan permodalan kepada Masyarakat Binaan BNN yang memiliki masa lalu kelam, sehingga mereka bisa mendapatkan kesempatan baru, masa depan yang baru untuk memulai kehidupan yang lebih baik.

Jembatan Emas adalah platform P2P Lending yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor surat 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Saat ini,  Jembatan Emas telah aktif menjadi jembatan penyaluran pendanaan kepada lebih dari 10 ribu pengguna, dimana sebagian besar adalah untuk membiayai pelaku UMKM. 

Diakui Direktur Utama Jembatan Emas, Robert Rompas, Jembatan Emas juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan besar seperti Perusahaan online logistic bernama Paxel, dimana Jembatan Emas membiayai pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pengguna jasa Paxel yang saat ini sudah mencapai lebih dari 600.000 UMKM, perusahaan Outsourcing Triple S, serta beberapa perusahaan ternama lainnya di Indonesia.

Untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan aman, Jembatan Emas bersinergi dengan ASLI RI, perusahaan Verifikasi Biometrik asal Indonesia untuk proses Pengenalan Pelanggan Secara Digital atau biasa disebut sebagai E-KYC. Sehingga tingkat resiko setiap transaksi pun bisa dimitigasi secara maksimal.

Menurut Yogi Liman, Chief Information Officer ASLI RI, kerjasama Jembatan Emas dalam melakukan permodalan kepada Masyarakat Binaan BNN merupakan tantangan sekaligus pembuktian bagi bahwa sistem teknologi Verifikasi Biometrik dan E-KYC yang dirancang ini membawa dampak positif secara nyata, dan bahwa mitigasi risiko tingkat pinjaman dapat benar-benar dilakukan dengan teknologi Biometric Verification E-KYC tersebut. 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)