Jonan Sebut Elektrifikasi 2017 Melampaui Target

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan, realisasi rasio elektrifikasi  atau tingkat perbandingan jumlah penduduk yang telah mendapat listrik dengan jumlah total penduduk hingga akhir 2017 telah melampaui target yang dicanangkan yakni sebesar 92,75 persen.

"Kami berhasil meningkatkan rasio elektrifikasi hingga akhir 2017 menjadi 94,83 persen atau lebih tinggi dua persen dari target," ucap Jonan dalam keterangan resminya.

Sementara untuk tahun ini Jonan optimistis rasio elektrifikasi akan mencapai 97,5 persen atau lebih tinggi dibandingkan target sebesar 95,15 persen. "Sehingga, pada 2019, rasio elektrifikasi bisa mencapai 99,9 persen atau lebih tinggi dari target 97,5 persen," sebutnya.

Menurut dia, pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk mencapai angka rasio elektrifikasi hingga 99,9 persen tersebut. Di antaranya, melalui pembangunan pembangkit listrik dengan memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT) setempat. "Di sejumlah wilayah Indonesia, jarak antardesanya berjauhan, sehingga akan dibangun listrik off grid bersumber EBT," ujarnya.

Program lainnya adalah pemasangan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) melalui dana APBN. "Tahun lalu pemasangan LTSHE mencapai 1.000 desa. Tahun 2018 ini kami targetkan mencapai 1.500 desa. Jadi, tahun ini tuntas 2.500 desa," sebutnya.

Selain itu, pembangunan listrik desa melalui anggaran PLN (APLN) dan APBD. "Jadi, program penyediaan listrik melalui sinergi APBN/APBD dan anggaran PLN di antaranya pada wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta memberi kesempatan swasta melalui peningkatan pemanfaatan sumber EBT setempat," kata Jonan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)