Joy Wahyudi Mengundurkan Diri dari Indosat Ooredoo

Ooredoo sebagai pemegang 65% saham PT Indosat Ooredoo Tbk mengumumkan pengunduran diri Joy Wahyudi sebagai direktur utama  operator seluler tersebut. Joy hanya memimpin selama satu tahun kurang satu bulan di operator dengan warna korporat kuning itu. Hingga hari ini Ooredoo belum mengumumkan siapa pengganti Joy.

Dihubungi melalui whatsapp ditanyakan alasannya mengundurkan diri, tanpa menjawab detail, menurut Joy,  pengunduran dirinya karena alasan pribadi. "Alasan pribadi, tidak ada kaitan kerjaan secara khusus. Saya bangga dengan pencapaian di Indosat selama 5 tahun ini. Saat ini saya mau sementara waktu untuk istirahat dulu, refresh dan mencari inspirasi baru ke depan di industri ini," katanya secara tertulis via whatsapp kepada SWA Online (26/08/2018).

Pada keterangan pers Ooredoo menyebut lebih ke alasan pribadi pengunduran Joy ini. "Joy akan tetap dekat dan bekerja sama dengan Indosat Ooredoo dan Ooredoo Group setelah pengunduran diri ini, untuk memastikan transisi kepemimpinan ini berjalan dengan smooth dan memastikan bisnis berjalan seperti biasa hingga periode pergantian kepemimpinan," demikian disampaikan H.E. Sheikh Saud bin Nasser Al Thani CEO Ooredoo Group melalui rilis pada 25 September 2018.

Perubahan ini merupakan bagian dari transformasi yang sedang disiapkan grup bisnis seluler dari Qatar ini yang akan mendorong pertumbuhan Indosat di pasar Indonesia ke depan. Ooredoo Group akan mengumumkan lebih detil tentang perubahan kepemimpinan dan program transformasi Indosat pada RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) pada 17  Oktober nanti,

Sheikh Saud bin Nasser menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi besar yang telah Joy lakukan sepanjang di Indosat.  Meski industri telko sedang dalam kondisi tertekan, dia tetap melihat industri ini masih ada peluang untuk bertumbuh ditengah perubahan struktural yang signifikan. Ia meyakini bahwa ke depan Indosat akan tetap memiliki posisi dalam turut mendorong pertumbuhan dan perkembangan di indsutri ini.

Indosat mengalami masa sulit selepas aturan registrasi pra bayar berlaku. Hingga Juni 2018, pendapatan perusahaan turun 27% atau menjadi Rp 11,1 triliun dari semula Rp 15,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu.  Pendapatan per pelanggan atau ARPU Indosat pun melorot tajam mengutip surat terbuka informasi pada 31 Juli 2018 yang menyebut penurunannya 36,4% dibanding semester pertama tahun 2017. ARPU turun dari Rp22.500 semester pertama tahun lalu menjadi Rp14.300 di semester 1 tahun ini. Lalu pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) turun 47,5% dari Rp6,7 triliun di semester I/2017 menjadi Rp3,5 triliun di semester I/2018.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)