Jurus Advan Ungguli Asus, Lenovo dan Xiaomi

Tjandra Lianto, Direktur Marketing Advan Mobile

Kepercayaan konsumen terhadap Advan semakin tinggi, sehingga berhasil meraih top 3 smartphone di Indonesia menurut data IDC. Advan telah mengalahkan rivalnya seperti Asus, Xiaomi, dan Lenovo.

Didirikan tahun 1998, Advan tumbuh menjadi perusahaan teknologi di Indonesia yang telah memproduksi berbagai macam produk seperti notebook, tablet, PC, smartphone hingga aksesoris digital. Perusahaan ini mengukuhkan diri sebagai brand dengan penjualan tablet PC No. 1 di Indonesia dan Asia Pasifik, bersaing ketat dengan global brand lainnya selama dua tahun berturut turut.

Kabar terbaru, berdasarkan laporan dari firma riset IDC di tahun 2017, Advan telah merangsek di posisi ketiga merek smartphone di Indonesia. Advan telah mengalahkan rivalnya yang merupakan brand global terkemuka seperti Asus, Xiaomi, dan Lenovo.

Laporan terbaru IDC menyebutkan bahwa Top 5 merk smartphone di Indonesia adalah Samsung (30%), Oppo (25%), Advan (8.3%), Vivo (7,5%), dan Xiaomi (5,2 %). Sebagai perbandingan, pada kuartal sebelumnya (2017Q1), IDC menyebutkan TOP 5 merek ponsel di Indonesia adalah Samsung, Oppo, Asus, Advan, dan Lenovo.

Meski penjualan ponsel merek lokal cenderung menurun, namun kinerja penjualan Advan terbukti meningkat. Data IDC menyebutkan, di antara vendor lokal sendiri, Advan meninggalkan jauh rivalnya dengan perolehan market share 49 persen.

IDC juga mengungkapkan bahwa total pengiriman ponsel vendor lokal selama kuartal dua adalah 1,4 juta unit dan sampai akhir quartalketiga sekitar 4,2 juta unit. Artinya penjualan Advan mencapai 700 ribu unit selama kurun waktu tiga bulan saja, sejak April sampai Juni 2017. Atau sampai akhir kuartal III / 2017 sekitar 2,1 juta unit.

Menurut analisis Risky Febrian, Associate Market Analyst, IDC Indonesia, posisi Advan yang dalam beberapa tahun ini menjadi merek ponsel lokal nomor satu di Indonesia, karena didukung kehadirannya di seluruh pelosok Nusantara dan peluncuran smartphone kelas menengah Advan G1 yang rilis awal 2017 berhasil memikat masyarakat. Kemudian, menuai panen di kuartal II – III /2017. Smartphone terbaru Advan A8 pun ditengarai semakin mendorong ekspansi Advan di pasar.

Risky juga menambahkan, Advan diuntungkan dengan peraturan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) di mana semua vendor baik lokal maupun global mendapat perlakuan sama. Di mana semua produsen smartphone 4G LTE wajib memenuhi TKDN sebesar minimal 30 persen.

IDC juga melihat perubahan tren di mana penjualan smartphone kelas menengah (mid-range) tumbuh lebih dari dua kali lipat. Smartphone dengan kisaran harga Rp2,5 juta sampai Rp5 juta, menguasai sekitar 28 persen dari total penjualan smartphone di Indonesia.

“Hal ini merefleksikan perubahan dalam kebutuhan konsumen untuk beralih ke perangkat dengan spesifikasi yang lebih baik untuk menyokong pengalaman media & hiburan, produktifitas, dan mobile gaming,” kata Risky.

Menanggapi laporan dari IDC tersebut, Tjandra Lianto, Direktur Marketing Advan, mengungkapkan, kepercayaan konsumen Indonesia terhadap Advan semakin tinggi, di mana Advan saat ini menjadi satu-satunya brand nasional yang masuk dalam tiga besar merek smartphone yang beredar di Indonesia.

“Pencapaian ini semakin memacu semangat kami untuk terus menghadirkan produk berkualitas tinggi, seperti dengan hadirnya smartphone terbaru Advan A8 yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengguna Indonesia,” kata Tjandra.

Strategi Kuasai Pasar Smartphone

Tjandra Lianto, Direktur Marketing Advan Mobile, mengatakan, Advan
Bekerja sama dengan supplier brand dunia seperti Largan yang digunakan oleh merek ternama smartphone buatan Amerika, chip camera dari produsen terbesar di Korea. Juga, menjadi satu satunya dari Indonesia yang merupakan Google Mobile Partner dan masih banyak mitra bisnis kelas dunia lainnya yang bersinergi dengan Advan untuk menghasilkan produk teknologi kelas dunia.

Advan juga mengembangkan sistem operasinya sendiri yang diberi nama IDOS (Indonesian Operating System) yang lebih praktis dan mudah digunakan, mampu menjaga data lebih aman serta dengan tampilan User Interface yang modern.

Melihat pertumbuhan yang bagus di pasar, terutama di tren penjualan di smartphone kelas menengah, Advan pun mulai naik kelas ke segmen yang lebih tinggi.

“Dalam strategi produk, kami fokus menjawab semua kebutuhan konsumen termasuk kelas menengah atas. Advan saat ini memiliki jajaran produk A-G-I-S, di mana A adalah seri tertinggi (flagship). Yang terbaru adalah Advan A8 sebagai smartphone paling canggih dibekali Dual Camera hingga sistem keamanan tangguh,” kata Tjandra.

Selanjutnya, seri G dihadirkan untuk segmen anak muda dengan kisaran harga Rp2-3 juta. Di bawahnya, seri I merupakan smartphone 4G LTE terjangkau dengan harga Rp1-2 juta.Terakhir, seri termurah atau entry level adalah seri S yang harganya di bawah Rp1 juta. Strategi di pasar multi-level tersebut menurut Tjandra sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragam.

Untuk memasarkan smartphone tersebut, Advan memastikan jaringan distribusi yang merata dengan lebih dari 1.500 rekan bisnis yang tersebar luas dari kota hingga pelosok. Advan juga selalu mengupayakan proses distribusi produk yang cepat dan efisien, sebagai salah satu cara untuk lebih bisa berkompetisi dan salah satu standard Advan untuk dapat bersaing dengan yang lain.

Dan sebagai upaya terus memperkaya kepercayaan masyarakat Indonesia, Advan terus-menerus mendorong upaya untuk memberikan yang terbaik. Dengan meningkatkan 4 Servis level; pelayanan ramah, service cepat, responsive dan kepuasan pelanggan.

“Layaan purna jual Advan kini 85% lebih cepat dari proses sebelumnya, bahkan menyelesaikan dalam waktu 1 jam saja. Dengan lebih dari 60 titik yang tersebar luas dari Sabang sampai Marauke. Advan berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal dari semua lini,” jelas Tjandra.

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)